Bone  

Penumpang Bajoe – Makassar Mengaku Diterlantarkan, Ini Penjelasan Si Sopir

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Baru – baru ini Netizen di Bone dihebohkan dengan postingan salah satu member group media sosial Facebook Info Kejadian Bone Official (IKB Official) yang mengaku penumpang sebuah mobil angkutan  rute Bajoe – Makassar di turunkan di sebuah warung di Camba, Kabupaten Maros (Jalan Poros Bone – Makassar), Minggu malam (10/1/2022).

Diketahui, akun tersebut bernama Udhyn. Dalam postingannya, Udhyn menceritakan kejadian yang dialaminya.



“Assalamualaikum sy sebagai penumpan dari kolaka turun di bajoe dan sy naikki mobil putih yg plat DW 167 LI. Sy naik di bajoe perjanjian sy mau turun di antank tp malah sy di kasih turun dngn istri q  di daerah camba br dia pergi meninggalkan q jd siapa tau ada keluargata dari kolaka ke bajoe atau makassa ke bajoe jngn ki naikki mobil ini karna sopir x suka meninggalkan orang dan sy korban x,” tulis Udhin dalam Group FB IKB Official dengan mengunggah sebuah foto mobil jenis Toyota Avanza berwarna putih dengan No. Polisi: DW 167 Li.

Postingan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari Netizen. Hingga detik ini pukul 13.41 Wita, postingan tersebut telah 42 kali dibagikan dan 83 komentar.

Jurnalis Enewsindonesia.com mencoba mengkonfirmasi pemilik akun melalui pesan Massanger Facebook namun hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan.

Jurnalis Enewsindonesia.com melalui tim investigasi mendapatkan data dan nomor telpon sopir mobil penumpang yang diviralkan tersebut.

Sopir tersebut bernama Agus, saat dikonfirmasi Agus membantah postingan tersebut lalu menceritakan kronologinya.

“Yaro lurengnge sawenni bos pole bajoe, tellui sibawa, suami istri engkato sibawanna ceddi (penumpang tersebut dari Pelabuhan Bajoe, mereka bertiga, suami istri dan satu temannya. Red),” Agus memulai menceritakan dengan bahasa Bugis melalui telpon seluler.

“Bisa duduk depan istriku kah mabuk (mabuk perjalanan. Red)? Tunggu dulu kutanya penumpangku yang di depan (tempat duduk depan sudah ditempati penumpang lain. Red),” lanjut Agus menjelaskan secara detail.

Agus melanjutkan, akhirnya penumpang di depan pun mengalah dan bersedia duduk di belakang. Maka duduklah istri penumpang tersebut di kursi depan.

“Dia juga bilang (penumpang tersebut. Red) tidak cukup itu uangku, Rp 100 ribu saja. Jadi saya bilang tidak apa-apa kalau masalah uang, jadi naikmi, dan ternyata 2 orang duduk di depan, suami dan istrinya,” lanjut Agus.

Setelah sampai di Jalan Pramuka Watampone, Agus memindahkan salah satu penumpangnya di kelas belakang ke mobil penumpang rekannya.

“Saya oper itu penumpangku satu  supaya yang duduk 2 orang di depan bisa pindah ke belakang salah satunya,” sambung Agus.

Si istri penumpang yang duduk di kelas depan pun meminta kantong persiapan bilamana nantinya dia mabuk di perjalanan. Agus pun menyanggupi hal itu.

Sesampainya di sebuah warung makan di Camba, Kabupaten Maros, si penumpang pun mengeluh.

“Biarma’ turun (kata penumpang tersebut. Red), Maksudnya bos? Mauki turun bagaimana? (Agus bertanya. Red), biarma cari mobil lain (lanjut penumpang itu. Red), samaji kalau mauki tahan-tahan mobil paling jam 4 subuhpi (Agus berusaha menahan penumpang tersebut. Red), siapa tahu mau duduk di depan, kasi pindahmi di situ biarmi sama istrinya (sopir penumpang lain rekanan Agus yang ada di lokasi mencoba membantu. Red), tidak mau juga. Biarmi dek saya ambil barangku, tidak adaji masalah (pinta penumpang tersebut. Red),” agus menjelaskan.

“Jadi upedanni, detogaga masalah?makkedai detogaga. Eh ele uitai manengka napostingngi di Facebook’e (jadi saya memberi tahu penumpang tersebut, apakah hal ini tidak menjadi masalah? Kemudian dia menjawab tidak ada masalah. Tapi ketika keesokan harinya saya lihat kejadian itu dia posting di Facebook. Red),” sesal Agus.

“Saya siap menghadirkan saksi bila ada yang ingin membantah pernyataan saya ini. Banyak yang menyaksikan kejadian ini di lokasi malam itu,” pungkas Agus.





Tinggalkan Balasan