ENews, Bone •• Pelaku penjambretan kalung emas di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya diringkus polisi gabungan dari Polsek Sibulue dan Resmob Polres Bone pada Selasa 8 Juli 2025 kemarin.
“Alhamdulillah pelaku sudah diamankan tim Buser Resmob bersama personel Polsek Sibulue,” ujar Kapolsek Sibulue Iptu Usman melalui pesan instan kepada ENews Indonesia, Rabu (9/7).
Dari informasi yang dihimpun ENew Indonesia, pelaku bernama Marsyudin alias Udin. Pelaku disebut petugas retribusi Pasar Pattiro dan juga pedagang ayam potong di pasar tersebut.
“Dia (Udin) pernah kerja di Satpol PP (Bone) tapi mengundurkan diri. Pelaku tinggal di dalam pasar bersama istri keduanya dan dua anaknya,” ungkap pedagang lain di Pasar Pattiro yang meminta identitas tak disebutkan karena sensivitas informasi kepada ENews Indonesia, Rabu (9/7).
Sumber ENews Indonesia membeberkan, pelaku disebut punya banyak utang.
“Sebelumnya punya mobil tapi sudah dijual untuk bayar utang, tapi masih banyak tersisa utangnya. Belum ditahu kenapa bisa menumpuk utangnya,” katanya.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Bone untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meski demikian, pihak kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kasus ini.
Sebelumnya diwartakan, aksi pencurian di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone dalam beberapa pekan terakhir meresehkan warga. Parahnya, terdapat korban penjambretan hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
Dari informasi yang dihimpun ENews Indonesia, pada Ahad, 6 Juli 2025, sekira pukul 11.00 Wita, seorang penjual ikan bernama Hj Maulana yang sedang dibonceng seorang tukang ojek dirampas kalung emasnya seberat 30 gram di Jalan menuju Cappa Ujung, tepatnya perbatasan Dusun Kajuara Desa Pakkasalo dengan Mallekana Desa Pattiro Sompe. Korban mengalami kerugian sekira Rp25 juta.
“Pelaku mengenakan topeng hitam, saat itu motor ojek yang ditumpangi korban melaju perlahan, tiba-tiba datang pengendara motor mengenakan topeng dan langsung merampas kalung emas milik korban. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Botto,” kata salah seorang warga setempat kepada ENews Indonesia, Senin (7/7/2025).
(Rosdiana/Tim ENews)






