“Literasi 5.0: Membangun Generasi Cerdas, Kritis, dan Kreatif di Era Digital”.
ENews, Sinjai •• Staf Ahli Bupati Sinjai, Andi Mandasini Saleh, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Sosialisasi Budaya Baca pada Satuan Pendidikan Dasar dan Masyarakat dengan mengusung tema “Literasi 5.0: Membangun Generasi Cerdas, Kritis, dan Kreatif di Era Digital”.
Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai pada Rabu 16 Juli 2026 itu diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Abdul Aziz menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bimbingan kepada pustakawan, guru, dan pegiat literasi mengenai literasi informasi.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengakses dan mengevaluasi informasi, serta mendorong penggunaan sumber informasi yang kredibel dan terpercaya di lingkungan akademik maupun profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sinjai, Andi Mandasini Saleh, menegaskan pentingnya penguatan literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pendidikan, informasi, dan budaya baca. Kita saat ini berada di era Society 5.0, di mana ruang fisik dan digital terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup,” jelasnya.
Literasi 5.0 kata Andi Mandasini, tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan etis dalam menggunakan teknologi.
Olehnya itu, pendidikan literasi hari ini harus mampu menumbuhkan kesadaran digital, kemampuan memilah informasi, menilai kebenaran berita, serta menciptakan konten yang bertanggung jawab.
Tentunya, Pemkab Sinjai terus mendorong pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, penyediaan akses internet di perpustakaan, peningkatan kompetensi pustakawan dan tenaga literasi, serta kerja sama lintas sektor untuk menumbuhkan budaya baca dan menulis di masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, dan kualitas SDM sangat ditentukan oleh tingkat literasi masyarakat. Karena itu, kita semua harus bersinergi. Literasi bukan hanya tanggung jawab guru dan pustakawan, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.






