ENEWS, MAJENE ••》Polemik keterlambatan pembayaran upah pekerja pada proyek pembangunan Gerai Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Manyamba Timur, Desa Manyamba, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, terus bergulir.
Dalam upaya memperoleh informasi yang berimbang, Enewsindonesia.com kembali melakukan konfirmasi kepada Darwis, penanggung jawab proyek yang sebelumnya menyatakan siap bertanggung jawab atas pembayaran upah para pekerja.
Namun, dalam percakapan melalui telepon pada Kamis (25/6/2026), Darwis terkesan keberatan persoalan tersebut kembali diangkat oleh media.
Ia juga meminta agar konfirmasi lebih lanjut terkait proyek dilakukan kepada pihak mitra dan yayasan yang terlibat.
“Kenapa mesti diangkat ini, Pak. Saya juga sudah bicara dengan para sopir pengangkut material dan saya sudah berjanji akan membayar mereka dalam waktu satu minggu,” ujar Darwis kepada Enewsindonesia.com.
Pernyataan tersebut muncul di tengah keluhan sejumlah pekerja dan pengangkut material yang mengaku belum menerima pembayaran upah meski proyek telah selesai sejak pertengahan Mei 2026.
Tak lama setelah konfirmasi dilakukan, salah seorang pengangkut material bernama Sadin mengaku mendapat teguran dari Darwis melalui sambungan telepon.
Menurut Sadin, dirinya dipertanyakan terkait informasi yang sampai ke media.
“Kenapa kamu pergi melapor-lapor ke media,” kata Sadin menirukan ucapan Darwis saat menghubunginya.
Keterangan itu menambah perhatian terhadap penanganan keluhan pekerja yang hingga kini masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka.
Sebelumnya, sejumlah pekerja mengeluhkan upah yang belum dibayarkan meskipun pekerjaan telah rampung.
Salah seorang pekerja sekaligus pengangkut material, Mardin, mengungkapkan bahwa pembangunan dimulai pada awal Ramadan dan selesai pada pertengahan Mei 2026.
Namun hingga akhir Juni, pembayaran yang dijanjikan belum diterima para pekerja.
Mardin mengatakan sejak awal para pekerja mendapat informasi bahwa upah akan dibayarkan setelah proyek selesai.
Akan tetapi, hingga kini mereka hanya menerima janji tanpa kepastian waktu pembayaran.
Menanggapi hal tersebut, Darwis sebelumnya menyatakan akan bertanggung jawab terhadap pembayaran upah pekerja, bahkan jika pihak investor tidak memenuhi kewajibannya.
Ia juga menyebut keterlambatan pembayaran diduga berkaitan dengan persoalan administrasi di tingkat pusat, termasuk adanya pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Hingga berita ini diturunkan, Enewsindonesia.com masih melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak mitra, yayasan, investor, serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh keterangan yang lengkap dan berimbang terkait keterlambatan pembayaran upah pekerja pada proyek Gerai MBG di Desa Manyamba.
(M. Kamil)






