Musda KNPI Sulsel Ricuh, Waketum DPP Dikeroyok dan Laporkan ke Polisi

Momen Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ludikson Siringoringo dianiaya sejumlah orang. (File ENews)

ENEWS, MAKASSAR •• Musyawarah Daerah (Musda) DPD I KNPI Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Horison Makassar pada Senin malam, 8 Desember 2025, berakhir ricuh dan berbuntut laporan polisi.

Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ludikson Siringoringo, resmi melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya ke Polrestabes Makassar pada Selasa dini hari, 9 Desember 2025.

banner 728x250

Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP/B/2354/XII/2025/SPKT/POLRESTABES MAKASSAR/POLDA SULSEL.

Kericuhan dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.30 WITA di area Aula Hotel Horison saat berlangsung sidang Rapimda KNPI Sulsel.

Dalam laporannya, Ludikson atau Dickson menuturkan bahwa sekelompok massa tiba-tiba masuk ke ruang sidang dan melakukan penyerangan terhadap perwakilan DPP KNPI.

Akibatnya, ia mengalami memar pada tangan, punggung, dan kaki sebelum diamankan oleh pengurus lain.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan orang memasuki ruangan Musda.

Massa saling dorong, saling pukul, dan merusak sejumlah fasilitas, termasuk bendera dan spanduk acara.

Kericuhan diduga dipicu saat Dickson tengah memimpin sidang dan terjadi penolakan dari peserta.

“Saya lagi pimpin sidang, saya usul SC dibawa dulu, tapi saya dituduh mengusir. Padahal ini wilayah DPP kalau Rapimda,” ujar Dickson.

Sejumlah peserta menilai massa yang melakukan penyerangan berasal dari luar arena Musda.

Panitia Musda KNPI Sulsel segera mengamankan situasi sehingga kericuhan tidak berlangsung lama.

Lokasi kegiatan kini dinyatakan kondusif, sementara penyidik Polrestabes Makassar menangani laporan dugaan pengeroyokan tersebut. Kasus ini akan diproses sesuai ketentuan Pasal 170 KUHP.

Musda KNPI Sulsel kali ini mempertemukan dua calon ketua, yakni Vonny Ameliani Suardi dan Fadel Tauphan Ansar, keduanya dikenal sebagai kader Partai Gerindra.

Pertarungan head to head serupa terakhir terjadi pada tahun 2013 antara Mizar Roem dan Yessi Yoanna Ariestiani.

Jurnalis: Angki Perdana





Tinggalkan Balasan