Masjid Al-Fatah Makassar Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj, Angkat Isu Spiritualitas di Era Digital

Sesi foto bersama pengurus masjid dan sejumlah tokoh masyarakat setelah gelaran Isra Miraj di Masjid Alfatah Makassar. (Dok. Ikbal)

ENEWS, MAKASSAR ••》Masjid Al-Fatah yang berlokasi di Jalan Hertasning No. 11, Kota Makassar, menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Jumat malam (30/1/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengangkat tema “Aktualisasi Nilai Spiritual Isra’ Mi’raj di Tengah Terpaan Digitalisasi.”

banner 728x250

Acara dimulai sekitar pukul 20.30 Wita dan dihadiri jamaah Masjid Al-Fatah, tamu undangan, serta ibu-ibu majelis taklim.

Ustadz Ramdhani bertindak sebagai pembawa acara dan memandu seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Fatah, H. Natsir Barlim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jamaah atas partisipasi aktif sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ia juga mengingatkan makna penting peristiwa Isra’ Mi’raj, khususnya terkait perintah salat.

“Perintah awal salat adalah 50 waktu, namun atas kasih sayang Allah menjadi lima waktu. Ini adalah nikmat besar bagi umat Islam,” ujar H. Natsir.

Sementara itu, Serka Samsudin, S.Pd., Babinsa Kelurahan Kasi-Kasi, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban wilayah.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi minuman keras.

“Miras dapat memicu kerusakan sosial, pertikaian, bahkan tindak kriminal. Mari bersama menjaga keamanan lingkungan,” tegasnya.

Puncak acara diisi ceramah oleh Dr. Takdir Asran, M.Pd.I. Ia menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui batas logika manusia.

“Jika Allah yang memperjalankan, maka tidak ada yang mustahil,” ujarnya.

Dr. Takdir juga mengaitkan nilai spiritual Isra’ Mi’raj dengan tantangan era digital.

Menurutnya, salat berperan penting dalam menjaga ketenangan batin dan fokus, terutama di tengah maraknya konsumsi konten digital yang berlebihan.

“Salat menjadi penyeimbang agar manusia tidak kehilangan fokus dan ketenangan di era digitalisasi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Kasi-Kasi Brigpol Sulaiman, sebagai wujud sinergi antara tokoh agama, masyarakat, dan aparat keamanan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi kegiatan.

(Ikbal Tehuayo)





Tinggalkan Balasan