PMII Komisariat Talasalapang Gelar Unjuk Rasa dan Berujung Ricuh

  • Bagikan

MAKASSAR, ENEWSINDONESIA.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Talasalapang menggelar aksi Demonstrasi di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Kota Makassar, Jum’at (09/07/2021).

Dalam Aksi Demonstrasi yang digelar PMII Talasalapang, menghadirkan kurang lebih 40 orang massa aksi yang memadati Jalan Sultan Alauddin Makassar dengan grand Issu “Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jangan bercanda”.

Aksi yang dilakukan PMII Komisariat Talasalapang ini untuk merespon polemik yang terjadi pada saat ini di Indonesia. Menurut demonstran, saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja dengan berbagai kasus baik itu persoalan COVID-19, persoalan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang melemah sehingga menyebabkan perekonomian Indonesia ikut melemah dan masalah RUU KPK yang notabenenya untuk melemahkan KPK itu sendiri.

Kahar, selaku Koordinator Lapangan (KORLAP) dalam orasi ilmiahnya menegaskan bahwa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) melemahkan ekonomi terutama dalam sektor pangan. Selaku pemuda mahasiswa wajib hukumnya untuk merespon hal tersebut.

Dilanjutkan oleh penegasan Jendral Lapangan (JENDLAP), muslimin menegaskan bahwa persoalan COVID-19 yang makin meningkat di Indonesia ini sangat politis dalam kaca mata akademisi, dimana beberapa negara-negara besar di dunia sudah menyatakan bebas terhadap Pandemi COVID-19. Terutama Cina sudah menegaskan bebas dari Pandemi COVID-19 seharusnya Indonesia harusnya sudah demikian.

Saat menggelar aksi demonstrasi, massa dan aparat kepolisian sempat terjadi kericuhan. Dari data yang dihimpun, salah satu peserta aksi menerangkan bahwa mereka mendapatkan perlakuan yang kurang sopan dari aparat kepolisian.

“Beberapa sahabat terkena pukulan dan kata-kata tak sewajarnya untuk di ucapkan oleh aparat kepolisian seperti kata ‘sundala‘,” kata Aqsi selaku ketua Komisariat Talasalapang Cabang Makassar. Aqsi menegaskan akan menindak lanjuti hal tersebut.

“Kami akan menindak lanjuti hal ini. Kami mempunyai bukti foto maupun vidio,” tutur Aqsi.

KAMBEL

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *