ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Sejumlah mobil Dinas milik Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai, Maluku utara menjadi barang rongsokan di sebuah bengkel di Desa Gotalamo Kecamatan Morotai Selatan.
Seperti, Mobil Dinas Protokoler yang rusak lantaran mengalami kecelakaan dan dibiarkan di bengkel tersebut oleh Pemda.
Pemilik bengkel, Hendro mengungkapkan, tiga unit Mobil Dinas yang terparkir di bengkel ini sejak bulan Februari 2022 sampai bulan Oktober, belum ada komunikasi terkait langkah perbaikan, hanya disimpan begitu saja.
“Saya sempat memeriksa kerusakanya dan yang teridentifikasi itu hanya Ejektor, kalau untuk mengganti alatnya sekitar 7 juta, jadi dibutukan satu mobil dua Ejektor,” ujarnya, Selasa (4/10/2022).
Selain itu, Hendro menyebut, pembayaran jasa perbaikam mobil milik Dinas PU belum diselesaikan sepenuhnya.
“baru dibayarkan Rp12 Juta, sedangkan sisanya yang belum dibayar senilai Rp3 juta,” katanya.
Hendro menyebut pernah menagih pembayaran tersebut dan dijanji akan dibayarkan pasca lebaran oleh piha Kadis PU atas nama Ramlan.
“Padahal sudah lama sejak bulan puasa 2022 lalu saya minta dia untuk membayar sampai sekarang tunggakan mobil PU jenis Hilux, itu sisanya masih Rp3 juta,” paparnya.
Hendro menyatakan bahwa Tia selaku bendahara PU itu sudah memberikan uang pembayaran tunggakan perbaikan mobil kepada Ramlan namun hingga saat ini uang tersebut belum diberikan kepadanya.
Sementara, bendahara PU, Tia saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa tunggakan tersebut masih di zamannya Kadis lama, Ramlan.
“Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan saya,” katanya.
Tia menyebut, Ramlan telah mengambil uang sebesar Rp15 juta untuk pembayaran perbaikan mobil rusak tersebut.
“Saya memberikan uang itu sesuai Nota yang diberikan mas Hendra (Pemilik bengkel),” ungkap Tia.
Terpisah, Antarani Kabag Badan Penggelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengatakan bahwa anggaran perbaikan Mobil Dinas sangat terbatas.
“Angaran yang dipolting misalkan untuk service kendaraan Dinas itu tidak bisa di prediksi sehingga pada saat perbaikan mau ambil anggaran dari mana,” ujarnya.






