ENEWSINDONESIA.COM, PEMALANG – Kerentaan usia serta minimnya sarana, tidak menjadi penghalang kita dalam melangkah.
Suhardi, pria berusia 54 tahun, warga Karang Jati, Blora, Jawa Tengah, berkunjung ke saudaranya di Jakarta tergolong nekat.
Betapa tidak ? Hanya dengan menaiki sepeda bututnya, lelaki yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang pijat ini mengayuh sepeda dari kampungnya di Blora, menempuh jarak ratusan kilometer dengan tujuan Ibukota Jakarta.
Dengan sedikit bekal uang serta pakaian rangkap yang dikenakan di badanya, Suhardi berangkat dari rumahnya hari Jum,at kemarin selepas waktu subuh, menyusuri kota Jepara – Kudus – Demak – Semarang, hingga sampai di Pemalang tadi pagi pukul 02.00, Sabtu, (12 Maret 2022 ).
Dalam perjalanan yang begitu jauh, dia hanya berbekal sebotol teh manis yang di taruh di belakang boncengan sepeda.
Setelah mengayuh sepeda selama 2 – 3 jam, Suhardu menyempatkan diri berisitirahat dan merebahkan badannya di warung setelah makan dan mengisi air teh dalam botol.
Menurut dirinya, kebiasaan berpergian jauh dengan sepeda sudah biasa dilakukannya. Disamping karena memang hanya punya sepeda, juga untuk menjaga kesehatan badannya ujarnya di sela – sela waktu istirahat sambil minum kopi di Terminal bis Pemalang.
Ketika ditanya awak media, apakah tidak takut terjadi hal yang membahayakan dirinya, karena bersepeda seorang diri?
Menurutnya tidak ada masalah, karena dirinya bekas kondektur bis antar kota dan antar Provinsi, sehingga dia banyak kenal para sopir bis yang melintas pada jalur sepeda yang dia tempuh.
“Saya menggoes sepeda antara 2 jam, ketika capai, saya akan istirahat di terminal dimana masih banyak kawan saya para awak bus yang saya kenal,” ucapnya.
“Alhamdulillah biasanya mereka ngasih makan dan minuman buat bekal melanjutkan perjalanan ini karena hubungan baik semasa saya di kendaraan bus mas,” lanjut Suhardi kepada media.
“Menunggu sore, lalu melanjutkan perjalanan ke Jakarta agar tidak panas mas,” tambahnya.
Dari seorang Suhardi kita belajar, betapa hidup itu harus optimis melangkahnya, walaupun segala keterbatasan itu ada, tapi bukan penghalang. Seperti lelaki tua yang mengayuh sepeda bututnya dari Blora menuju Jakarta.






