Sinjai  

Lantai 2 BRI Sinjai Selatan Ambruk, Dandy Wardana: Gedung Tidak Layak Huni

Ket: Kondisi Gedung BRI Sinjai Selatan yang tiba-tiba roboh. (Dok. Anto)

ENews, Sinjai •• Lantai dua Kantor BRI Unit Sianggeseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Sulawesi Selatan, ambruk pada Senin malam (20 Oktober 2025). Padahal, bangunan tersebut baru berdiri selama lima tahun.

Diketahui bahwa bangunan ini dikerjakan oleh CV. Malissah Adv pada tahun 2020 dengan anggaran internal dari Kantor Pusat BRI senilai kurang lebih Rp 1,8 miliar.



Setelah proyek selesai pada tahun 2020, pihak BRI Sinjai mulai menempati bangunan tersebut pada tahun 2021. Namun, hanya berselang dua tahun, tepatnya pada tahun 2023, pelayanan nasabah dipindahkan karena kondisi bangunan yang dianggap tidak layak huni.

“Setelah dua tahun ditempati, kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai untuk melakukan pengecekan. Hasilnya, disimpulkan bahwa bangunan tersebut tidak layak huni,” ujar Kepala Pimpinan Cabang BRI Sinjai, HM Dandy Wardana, kepada awak media pada Selasa (21 Oktober 2025).

Setelah dinyatakan tidak layak huni, pihak BRI Sinjai telah mengambil langkah antisipatif dengan memindahkan pelayanan nasabah ke sebuah rumah sewaan.

“Langkah antisipasi awal telah kami lakukan dengan memindahkan pelayanan nasabah karena kami merasa bangunan tersebut tidak aman. Pada bulan Oktober 2023, karyawan dipindahkan untuk memberikan pelayanan di depan Kantor BRI Sinjai Selatan,” jelasnya.

Menurut H Dandy Wardana, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material selain kerusakan bangunan dalam insiden tersebut. Pihaknya berencana untuk merobohkan bangunan lantai dua tersebut pada pekan ini.

“Kami telah mengirimkan surat permohonan kepada BRI pusat untuk perobohan kantor lama dan pembangunan kantor baru yang sesuai dengan standar,” ungkapnya.

Saat ini, Gedung BRI Sinjai Selatan telah dipasangi garis polisi (Police Line) dan pagar seng, sambil menunggu izin untuk perobohan total agar tidak mengganggu lingkungan.

Jurnalis: Asrianto





Tinggalkan Balasan