ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE ▪︎ Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh Komisi III DPRD Kabupaten majene yang melibatkan pihak RSUD Kabupaten Majene berlangsung tegang, Senin (18/3/2024).
Pasalnya, Kepala Bidang Menunjang Pelayanan RSUD Kabupaten Majene, Hj Nurkia disorot oleh ketua komisi III DPRD Majene, Abdul Wahab terkait insentif security dan insentif petugas kebersihan yang telat dibayarkan selama dua bulan.
“Kenapa sampai lambat dibayarkan insentif security dan cleaning service. Kami mendengar sudah telat dua bulan untuk formasi tahun 2024,” Wahab melontarkan pertanyaan kepada Hj Nurkia.
Suasana sedikit memanas saat Hj Nurkia menjawab bahwa direktur RSUD sebagai PPK terlambat klik.
“Mohon maaf keterlambatan pembayaran insentif security dan cleaning service akibat direktur RSUD sebagai PPK terlambat klik pak ketua. Tapi bukan suatu kesengajaan,” jawab Hj Nurkia.
“Hari ini kami menerima informasi dari kantor bahwa sudah dibayarkan,” sambungnya.
Abdul Wahab kembali mengingatkan bahwa pemerintah kabupaten harus memperhatikan kemaslahatan bawahannya.
“Seharusnya kalau anggaran siap, langsung segera dibayarkan, tidak harus terjadi dengan alasan terlambat diklik oleh PPK. Kasihan mereka, kenapa baru hari ini dibayarkan? Kami tidak ingin hal serupa terjadi lagi,” tegas Wahab. (Arfan Renaldi)






