ENEWSINDONESIA.COM – Memiliki gigi putih adalah dambaan semua orang. Karena kondisi gigi sangat berpengaruh terhadap penampilan dan rasa percaya diri. Gigi putih dan bersih akan membuat senyum semakin indah.
Namun sayangnya tanpa disadari ada beberapa kebiasaan yang membuat warna gigi menjadi kuning dan kusam. Seperti kebiasaan merokok, malas menggosok gigi, serta mengkonsumsi obat-obatan atau makanan dan minuman tertentu.
Untuk mengembalikan agar warna gigi kembali cerah dapat dilakukan dengan melakukan perawatan bleaching gigi. Bleaching gigi merupakan cara untuk memutihkan gigi dengan menggunakan bahan kimia seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida.
Proses pemutihan gigi ini biasanya dilakukan oleh dokter gigi di klinik atau di rumah sakit. Metode yang digunakan menggunakan sinar laser dan bahan pemutih gigi dengan kandungan peroksida antara 15-43%. Jika Anda berminat untuk melakukan perawatan ini, ada baiknya Anda juga mengenali efek samping bleaching gigi.
5 Efek Samping dari Bleaching Gigi
Bleaching gigi atau dental whitening adalah salah satu cara pemutihan gigi yang umum dilakukan. Hasil dari bleaching gigi memang terlihat lebih alami dan natural jika dibandingkan proses pemutihan gigi dengan veneer. Selain mampu membersihkan noda pada gigi, bleaching juga dapat menghilangkan plak dan karang gigi.
Proses bleaching gigi juga cepat, hanya butuh waktu sekitar 30-60 menit saja. Dan setelah perawatan, pasien dapat langsung pulang dan beraktivitas kembali seperti biasa. Meskipun demikian, bagi Anda yang akan melakukan bleaching gigi, Anda perlu tahu 5 efek samping dari bleaching gigi berikut ini :
1. Membuat gigi menjadi sensitif
Bahan pemutih berupa gel yang digunakan pada proses bleaching gigi biasanya membuat gigi menjadi lebih sensitif. Apalagi jika bahan pemutih yang digunakan mempunyai konsentrasi yang tinggi. Efek ini terutama dirasakan pada awal dilakukannya perawatan. Meskipun seiring berjalannya waktu, efek ini akan berangsur-angsur hilang.
2. Timbul rasa nyeri pada gigi
Selain membuat gigi lebih sensitif, bleaching juga menimbulkan rasa nyeri pada gigi. Hal ini diakibatkan oleh zat kimia yang digunakan pada proses bleaching gigi. Meskipun belum terbukti secara ilmiah bleaching gigi dapat merusak syaraf, namun keluhan gigi nyeri pada pasien yang melakukan perawatan pemutihan gigi sering terjadi.
3. Iritasi gusi
Risiko iritasi pada gusi juga mungkin terjadi, akibat gusi terkena gel pemutih yang digunakan pada saat proses bleaching gigi. Hal ini kadang menimbulkan warna gusi menjadi merah dan meradang. Namun keluhan ini biasanya mereda sekitar 3 hari setelah perawatan.
4. Kerusakan enamel gigi
Risiko kerusakan enamel gigi juga mungkin terjadi akibat penggunaan karbamid peroksida pada proses bleaching. Padahal enamel gigi penting untuk melindungi gigi dari kerusakan. Untuk mencegah kerusakan pada enamel gigi, maka digunakan bahan pemutih yang mempunyai kandungan karbamid peroksida dengan konsentrasi rendah.
5. Menyebabkan gigi rapuh
Penggunaan bahan pemutih dalam proses bleaching dapat menyebabkan gigi menjadi rapuh dan mudah berlubang. Selain itu warna putih yang dihasilkan pada proses bleaching juga tidak permanen. Hanya bertahan 1 sampai 3 tahun, sehingga proses ini perlu diulang kembali.
Itulah 5 efek samping dari bleaching gigi yang harus Anda ketahui. Jika Anda ingin mencoba melakukan bleaching gigi Anda dapat menemukan produk dan layanan ini di Blibli.
Blibli adalah marketplace terkemuka dan terlengkap di Indonesia. Segala kebutuhan Anda dapat diperoleh di Blibli. Dengan layanannya yang prima, Blibli selalu dipercaya oleh para pelanggannya.






