Isu Aset Pasar, Pedagang Butung Desak Kejelasan Pemkot Makassar

Foto: Sejumlah pedagang Pasar Butung yang resah terkait isu pengambilan aset oleh Pemkot Makassar. (Dok. Ibnu)

ENEWS, MAKASSAR •• Sejumlah pedagang Pasar Butung, Kota Makassar, mengaku resah dan merasa waswas menyusul pemberitaan terkait pengambilan aset oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar yang terbit beberapa hari lalu.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada rasa aman dan keberlangsungan usaha para pedagang.



Salah seorang pedagang, Drs. H. Rajadeng Kara Lau, yang akrab disapa Karla, menyampaikan bahwa mayoritas pedagang di pasar tersebut merupakan pelaku usaha mikro kecil yang sangat bergantung pada kepastian hukum dalam menjalankan usahanya.

“Kami ini sebagian besar pelaku usaha mikro kecil. Kami merasa terancam hak konstitusional untuk mendapatkan jaminan serta kepastian hukum dalam berusaha. Kami berharap pemerintah menghadirkan solusi yang adil dan matang dengan tetap memikirkan pedagang kecil sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” ujar Karla kepada awak media, Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan, keresahan pedagang semakin meningkat setelah muncul pemberitaan pada 9 Desember 2025 mengenai pengambilan aset oleh Kejati Sulsel dan Wali Kota Makassar.

Menurutnya, informasi tersebut secara umum telah menimbulkan resistensi dan kekhawatiran di kalangan pedagang.

“Kami merasa terganggu dan waswas karena pemberitaan itu terkesan sepihak dan berpotensi mengancam keberlangsungan usaha serta mata pencaharian kami di Pasar Butung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Karla menyebut situasi tersebut menciptakan ketidakpastian yang berdampak pada kondisi psikologis para pedagang.

Kekhawatiran semakin meningkat menjelang bulan suci Ramadan, yang biasanya menjadi momentum penting bagi aktivitas ekonomi di pasar.

“Kami cemas memikirkan masa depan usaha dan keamanan tempat berdagang. Apalagi ini sudah mendekati Ramadan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa sejak isu tersebut mencuat, omzet penjualan mengalami penurunan signifikan.

Mereka menduga pengunjung enggan datang karena terpengaruh isu pengambilan aset.

“Kami berharap Pemkot Makassar bersikap adil dan memberikan kejelasan, karena dampak paling besar justru kami para pedagang yang merasakannya,” tutup Karla.

Reporter: M Ibnu





Tinggalkan Balasan