Enewsindonesia.com, Majene- Menjelang Pilkada pada tanggal 23 September 2020, Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan Banggae, melakukan Goes To School dengan tema “ Pemilih Cerdas Tanpa Money Politic”, di MA P3A GUPPI Rangas, Rabu 29 Januari 2020.
Dalam kegiatan ini, hadir langsung Komisioner Panwas Kecamatan Banggae, Sirajuddin (Devisi SDM dan Organisasi), Abdal (Devisi HPP) dan Sirajuddin (Devisi PHL) didampingi oleh Komisioner Bawaslu Kab. Majene Ibu Indriana Mustafa, S.Pd (Koordiv PHL).
Ketua Panwas Kecamatan Banggae Sirajuddin, menyampaikan money politik terjadi bukan hanya soal ekonomi, buktinya semakin tinggi perekonomian seseorang semakin tinggi pula transaksi politiknya.
“Makanya untuk pemilih pemula sebagai generasi bangsa yang terdidik menjadi penentu masa depan demokrasi diharapkan partisipasinya dalam memilih secara cerdas dan menolak segala bentuk politik yang bersifat transaksional,” kata Sirajuddin.
Sementara Devisi HPP, Abdal juga mengingatkan konsekuensi dari money politik jelas dalam agama melarang, money politik itu termasuk suap menyuap, dan bertentangan dengan undang-undang nomor 10 tahun 2016 pada pasal 187 ayat satu dan dua.
“Dimana pemberi dan penerima politik uang akan sama-sama mendapatkan sangsi berupa pidana minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan, dan denda pidana paling sedikit 200 juta dan maksimal Rp. 1 Miliar. Jadi jangan coba-coba dengan politik uang, karena berapapun uang yang dibagikan juga akan dikenai sangsi,” tuturnya.
Lebih lanjut, komisioner Kabupaten Indriana Mustafa, S.Pd selaku koordiv PHL mengatakan generasi muda adalah pemegan stafet kepemimpinan masa depan. Dan hal ini biasa dinilai dari standar yang mereka gunakan untuk memilih pemimpin.
“Jika mereka hari ini memilih pemimpin karena diberi uang atau apapun bentuknya untuk mempengaruhi hak pilihnya, maka jgan pernah berharap daerah akan lebih baik kedepan,” tandasnya.
Ia juga menyampaikan partisifasi sebagai pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik.
“Pilihlah dengan melihat kapasitas dan kemampuan calonnya serta track record-nya”. Yakin saja jika memilih karena uang, akan menghasilkan pemimpin yang tidak baik,” tambahnya.
Setelah kegiatan ini beliau mengharapkan agar para siswa menyampaikan hal tersebut pada dilingkungan mereka terkhusus di rumah mereka masing-masing.
Sosialisasi ini diakhiri dengan deklarasi Tolak Money Politik oleh siswa dan siswi sebagai peserta pada kegitan tersebut.(kambel)
Editor : Adi






