ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE ▪︎ Dicecar pertanyaan saat gelaran Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait insentif security dan cleaning service RSUD Majene, Kepala Bidang Penunjang Pelayanan RSUD majene Hj.Nurkiah angkat bicara.
Saat dikonfirmasi Enewsindonesia.com, Nurkiah mengatakan bahwa keterlambatan pembayaran insentif tersebut di luar kewenangannya.
“Pertanyaan ketua komisi lll DPRD Majene Abdul Wahab tentang keterlambatan pembayaran insentif security dan cleaning service, saya tidak tahu menahu penyebab keterlambatan pembayaran, karen itu bukan ranah saya,” ungkapnya, Selasa (19/3/2024).
“Jadi salah besar kalau saya mengatakan pembayaran gaji karena kepala RSUD lambat mengklik. Tidak sedikitpun dalam benak saya ada seperti itu, apalagi saya mau mengatakkannya,” sambungnya.
Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa saat RDP, terjadi miss komunikasi karena pertanyaan yang dilontarkan kepada dirinya yang bukan bidangnya.
“Saya anggap hanya miss komunikasi karena pertanyaan di lontarkan bukan ranah saya untuk menjawab karena saya tidak mengurusi soal pembayaran intensif security dan cleaning service saya bagian lapangan,” tukasnya.
Ditambahkannya, idealnya harus menjawab terkaut hal itu adalah kepala TU.
“Seharusnya yang menjawab itu adalah kepala TU, pak Ibrahim yang kebetulan tidak hadir,” kata Nurkia.
Sebelumnya diberitakan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh Komisi III DPRD Kabupaten majene yang melibatkan pihak RSUD Kabupaten Majene berlangsung tegang, Senin (18/3/2024).
Pasalnya, Kepala Bidang Menunjang Pelayanan RSUD Kabupaten Majene, Hj Nurkia disorot oleh ketua komisi III DPRD Majene, Abdul Wahab terkait insentif security dan insentif petugas kebersihan yang telat dibayarkan selama dua bulan.
“Kenapa sampai lambat dibayarkan insentif security dan cleaning service. Kami mendengar sudah telat dua bulan untuk formasi tahun 2024,” Wahab melontarkan pertanyaan kepada Hj Nurkia. (Arfan Renaldi)






