ENEWS, BONE ••》Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone menggelar aksi demonstrasi di tiga titik lokasi, yakni Polres Bone, Kantor DPRD Bone, dan Kantor Bupati Bone, pada Kamis (12/3/2026).
Aksi unjuk rasa tersebut digelar sebagai bentuk protes atas meningkatnya peredaran narkoba serta lambannya respons lembaga negara terhadap berbagai laporan masyarakat.
Ketua PMII Cabang Bone, Zulkifli menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk peringatan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar lebih serius menangani persoalan narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Bone.
“Kami datang membawa kajian dan data. Yang kami butuhkan adalah keseriusan aparat dalam menindak jaringan narkoba yang merusak generasi muda di Bone,” tegas Zul dalam orasinya.
Di Polres Bone, massa aksi mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan transparansi dan keseriusan dalam penanganan kasus narkotika.
PMII juga menyoroti dugaan maladministrasi dalam penanganan sejumlah laporan masyarakat.
Menurut mereka, penegakan hukum terhadap peredaran narkoba harus dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa tebang pilih.
Aksi kemudian berlanjut di Kantor DPRD Bone. Massa sempat kecewa karena tidak ada satu pun anggota DPRD yang menemui mereka pada awal aksi.
Ketidakhadiran tersebut memicu ketegangan hingga terjadi aksi dorong-mendorong antara massa demonstran dan aparat keamanan.
Setelah situasi memanas, barulah salah satu perwakilan DPRD menemui massa untuk menerima dan menanggapi tuntutan yang disampaikan.
“Ini menjadi catatan buruk bagi DPRD. Wakil rakyat seharusnya paling siap menerima aspirasi masyarakat, bukan muncul setelah situasi memanas,” kata Ketua PMII Bone.
Di Kantor Bupati Bone, massa kembali menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi sosial masyarakat, termasuk dampak peredaran narkoba yang dinilai semakin meresahkan.
Namun massa kembali kecewa karena Bupati Bone tidak hadir menemui demonstran hingga aksi berakhir.
“Ini soal tanggung jawab kepemimpinan. Ketika mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait masa depan generasi muda, pemerintah daerah seharusnya hadir memberikan penjelasan langsung,” tegasnya.
PMII Cabang Bone menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
“Kami tidak akan berhenti. Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan kembali dengan kekuatan massa yang lebih besar,” tutupnya.
Sebagai penutup aksi, PMII Cabang Bone menyatakan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawal kepentingan masyarakat serta mendorong penanganan serius terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Bone. (Red)






