ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Peristiwa nahas menimpa Hamma (61) warga Mattirowalie, Dusun Arokke, Desa Liliriattang, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hamma hanyut terbawa arus sungai Walanae, sekitar pukul 17.00 Wita, Senin (27/6/2022) kemarin.
Dari informasi yang dihimpun redaksi Enewsindonesia.com, Hamma diketahui berangkat ke kebunnya untuk memindahkan sapi miliknya yang diketahui harus menyeberang sungai, namun hingga malam tiba, korban tidak kembali ke rumahnya. Pihak keluarga menduga korban hanyut di sungai.
“Sudah ditemukan tadi. Ditemukan oleh warga bernama Yusri (30) sekitar pukul 11.45 Wita dalam keadaan meninggal dunia sedang memeluk sebatang kayu dan terlilit tumbuhan sulur di pahanya,” ujar Kapolsek Lappariaja, Iptu Siswanto.
Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Ulunipa, Desa Manera, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Korban diketahui bernama Suleha (27). Kronologis kejadiannya berawal saat korban hendak menyebrang sungai dalam kondisi arus sangat deras.
Koordinator pos SAR Bone Febriyanto yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengungkapkan bahwa korban sebelumnya menginap di rumah saudaranya di seberang sungai.
Kemudian pagi ini, Selasa (28/6/2022), rencananya korban ingin kembali ke rumah, namun menurut saksi mata, saat korban berada di sungai, korban tiba – tiba hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.
“Menurut saksi mata, korban sempat berpegangan pada sebuah perahu yang ada di TKP, tiba-tiba setelah itu hilang dan sampai sekrang belum ditemukan, ” ujar Febriyanto.
Lebih jauh dia mengatakan bahwa kondisi sungai saat ini, air sungai keruh arusnya sangat deras akibat curah hujan tinggi, ditambah air susulan dari hulu.
Kepala Desa Manera, H. Fathurrahman mengatakan bahwa korban telah ditemakan pada pukul 13.50 Wita.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Fathurrahman kepada Enewsindonesia.com melalui sambungan telpon seluler.
Diketahui, saat ini, ke dua korban telah diserahkan ke pihak keluarga masing – masing.






