Disdukcapil Sikka Terapkan Identitas Kependudukan Digital, Begini Manfaatnya

Kabid PIAK Disdukcapil Sikka, Pieter Liman Hege menerangkan cara menggunakan IKD ke salah satu warga. (Dok. Faidin)

ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil), Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mulai melakukan pelayanan instalasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dalam pantauan Enewsindonesia.com, pelayanan IKD tersebut tidak hanya dilakukan penginstalan aplikasi ke hp milik warga masyarakat yang hadir, namun dijelaskan pula terkait beberap fitur-fitur yang termuat dalam aplikasi tersebut, yang mana juga ditangani langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Sikka, Pieter Liman Hege.



Salah satu pengunjung kepada media ini menyampaikan bahwa sangat antusias dan mendukung program IKD.

“Menurut saya progam ini sangat membantu sekali, bukan hanya kepada kami masyarakat yang mebutuhkan namun ini program juga sangat membias manfaatnya, termasuk dari penekanan terhadap membengkaknya anggaran pengeluaran negara, kaitan dengan pengadaan kertas atau blangko KTP misalnya, juga untuk pengurusannya tidak ribet dan memakan waktu serta antrian panjang. Bahkan, satu kali urus langsung semua dokumen kita komplit dalam satu genggaman android,” ucap Nisa, salah satu pengunjung, Senin (6/3/2023).

Kabid PIAK Disdukcapil Sikka, Pieter Liman Hege menerangkan bahwa beberapa fitur yang ada di dalam aplikasi IKD tersebut sementara dilakukan penyempurnaan agar semua yang mencakup data diri orang yang melakukan penginstalan aplikasi tersebut bisa komplit dan lebih mudah dipantau dalam satu alat berupa hp android saja.

“Nanti fitur-fitur yang ini lagi sementara dibangun untuk diproses semua, jadi kita bisa pantau proses pengurusan pelayanan kita, sudah sampai dimana proses pengajuan pemohonan kita, jadi ini sudah praktis semua dokumen ada di sini,” jelas Pieter Liman Hege sambil menngarahkan salah satu pengunjung.

“Sekarang sudah jaman digitalisasi, jadi kita semua menggunakan digital, masa orang jaa saja yang bisa kita tidak, jangan kalah dong, iya to? Kita kalau ke jawa orang tanya KTP mana, masa’ masih mau buka dompet cari KTP,” lanjut Pieter Liman Hege.

Dirinya menjelaskan kepada salah satu pengunjung yang melakukan penginstalan aplikasi IKD tersebut kaitan dengan beberapa kemungkinan kendala seperti hp yang telah diinstal aplikasi IKD tersebut namun rusak atau hilang.

“Kalau hp mu hilang jangan takut, tinggal datang ke sini, lapokan dan kita blokir akun IKDnya, kemudian kita masukkan atau lakukan perograman pada hp androidnya yang baru, gampangkan, tidak pakai antri lama-lama,” tutur Pieter Liman Hege.

Lebih jauh dirinya menyampaikan bahwa akan siap melayani pengunjung yang ingin melakukan perograman aplikasi IKD pada hp androidnya kapan saja.

“Kalau ada teman yang mau melakukan perograman IKD pada hp androidnya, suruh datang kesini, kasih tau juga keluarga di rumah, temasuk adik-adik, teman dan lainnya yang belum melakukan pemograman IKD, saya siap bantu lakukan pelayanan nantinya,” ujarnya kepada pengunjung.

Disamping itu, Kabid PIAK ini menyampaikan nantinya akan lakukan perekaman dan perograman langsung melalui tiap sekolah.

“Untuk semua siswa-siswi yang sudah di bolehkan melakukan perekaman dan memiliki KTP el kita akan lakukan koordinasi kepada pihak sekolah tersebut. Kemudian nantinya kita rekam dulu, setelah itu kirim biometrik rekaman itu ke pusat, baru kita bisa proses pencetakan, setelah itu kita cetak semuanya dan drop kembali ke sekolah tersebut,” katanya.

Disampaikan pula sasaran untuk target pendataan, perekaman, pencetakan bahkan sampai pada proses perograman IKD.

“Jadi sebenarnya sasaran kita mulai dari pendataan, perekaman, pencetakan bahkan sampai pada proses perograman IKD ini yaitu para milenial, pemilih pemula yang mana tiap tahunnya selalu ada peningkatan, namun dalam pendataan sering kita dapati hanya sekian persen saja yang terdata. kasihankan kalau sudah butuh KTP misalnya baru datang rekam kesini, ngantri apa lagi, apa lagi para pelajar/ mahasiswa yang sudah cukup umur dan segala bentuk keperluan pendidikan membutuhkan dokumen berupa data dari  sini,” tandasnya.

Ia berharap, IKD ini mampu memberikan perubahan terhadap pola pikir masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan yang sudah berbasis digital.

“Mampu membuat perubahan pola pikir masyarakat dari paradigma akan sulitnya proses mendapatkan, serta pentingnya akan kepemilikan dokumen kependudukan,” tutup Pieter Liman Hege. (Faidin)





Tinggalkan Balasan