Didemo Polemik Paskibraka, Kadispora: Kalau Saya Curang, Saya Siap Dicopot

Kadispora Tanda Tangani Surat Pernyataan Siap dicopot

Seperti terlihat, Kadispora Sulbar, Muhammad Hamzih menandatangani surat pernyataan untuk siap dicopot dari jabatannya jika dirinya sengaja melakukan kecurangan dalam penggantian peserta Paskibraka yang diutus ke Jakarta.

banner 728x250

Situasi Massa aksi di halaman kantor DPRD Sulbar (Foto Hasbi)

“Jika saya sengaja melakukan kecurangan dalam proses penggantian pengusulan cadangan paskibraka ke Jakarta, maka saya siap dicopot dari jabatan saya sebagai Kadispora Sulbar dan siap menjalani proses hukum,” ungkap Hamzih di depan ratusan peserta aksi.

Lanjut Hamzih, terkait pencopoton, itu ada mekanisme dan prosedur untuk mencopot bukan kalian yang menentukan pencopotan tapi Gubernur Sulbar sebagai pengambil kebijakan.

“Saya ini salah satu pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat dan sudah sepuluh tahun lebih mengabdi di Sulbar ini, tidak mungkin saya mau mengkhianati hasil perjuangan saya sendiri dengan melakukan kecurangan dan mengorbankan generasi Sulbar,” jelas putra kelahiran Polman itu.

“Saya tidak tahu siapa itu Anggi, siapa itu Kristina, tapi kalau Kristina saya mengakui kepintaran dan kehebatannya sesuai hasil seleksi kami makanya dia salah satu peserta yang terpilih ke Istana. Bahkan tiketnya itu hari sudah siap untuk berangkat ke Jakarta. Masa kita mau kongkalikong, tapi karena hasil pemeriksaan dari tim medis, bahwa Kristina positif Covid-19, makanya tidak jadi diberangkatkan dan digantikan oleh Anggi sebagai peserta cadangan,” ucap Hamzih usai menandatangani surat pernyataan kesiapannya dicopot dari jabatannya.

Massa aksi menyuarakan lima poin tuntutan, yaitu:

1. Mendesak Polri segera memeriksa dugaan kecurangan yang dilakukan Pemprov Sulbar dalam pemberangkatan calon Paskibraka Nasional. Calon bernama Kristina tersebut batal diberangkatkan dan diduga sarat KKN.

2. Mendesak Gubernur Sulbar agar bertanggung jawab atas gdilan Generasi Muda Sulbar menggelar demonstrasi di depan kantor Dispora Sulbar.

3. Mendesak Gubernur Sulbar untuk memanggil tim medis yang melakukan tes PCR, tim gugus Covid-19, dan BPOM Mamuju untuk mempertanggungjawabkan hasil tes tersebut.

4. Mendesak pemerintah segera mencopot Kadispora Sulbar, Kabid, dan tim seleksi yang dianggap curang dalam proses penggantian anggota Paskibraka Nasional, yang diduga melanggar SK Tim Seleksi

5. Mendesak Presiden Jokowi untuk memperlakukan khusus yang difasilitasi oleh Gubernur Sulbar atas anak yang diduga mendapat diskriminasi hak.





Tinggalkan Balasan