Cek Fakta! Bayi di Polman Diberi Susu Campur Air Sumur Keruh

Foto: Sadiana, nenek bayi Annisa fi Polman saat memberinya susu tambahan/formula SGM. (Dok. HW)

ENEWS, POLMAN ••》Isu viral di media sosial terkait dugaan bayi di Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yang diberi susu dicampur air sumur keruh dibantah pihak keluarga dan tenaga kesehatan.

Sadiana (67), nenek dari bayi Annisa (3 bulan), menegaskan tidak pernah memberikan susu yang dicampur air sumur keruh kepada cucunya.



Annisa merupakan anak dari Derman dan Jumiati. Ibu Annisa meninggal dunia tiga hari lalu sehingga perawatan bayi kini dilakukan oleh neneknya.

Sadiana menjelaskan, selama Jumiati masih hidup, Annisa mendapat ASI. Susu tambahan baru diberikan saat kondisi ibu sakit.

Untuk konsumsi bayi, keluarga menggunakan air mineral kemasan. Adapun air sumur yang digunakan sehari-hari selalu direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

“Air sumur kami rebus dulu. Kami tidak pernah minum air tanpa direbus,” ujar Sadiana saat ditemui di Dusun Lamimmisang, Desa Baru, Minggu (18/1/2025).

Kepala UPTD Puskesmas Batupanga, Kecamatan Luyo, Saldi Kursani, yang meninjau langsung ke rumah Sadiana, menyatakan air sumur di lokasi terlihat jernih dan tidak berbau.

Menurutnya, kesan keruh dipengaruhi kondisi sumur yang belum menggunakan cincin.

“Kami melihat langsung air di ember, kondisinya jernih dan tidak berbau. Kondisi bayi Annisa sehat dan akan terus kami pantau,” kata Saldi.

Sekretaris Desa Baru, Irfan Wahab, mengatakan rumah Sadiana berada jauh dari akses jalan dan berdiri sendiri di tengah persawahan.

Sadiana juga tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) setiap tiga bulan.

Pemerintah Desa Baru, lanjut Irfan, terus berupaya membantu warga yang mengalami kesulitan dengan membangun koordinasi bersama pemerintah kabupaten.

Usulan perbaikan akses jalan dan aliran listrik telah disampaikan, namun terkendala kewenangan dan pertimbangan teknis.

Peninjauan lokasi turut dihadiri Camat Luyo, Kepala UPTD Puskesmas Batupanga, Kepala Desa Mapilli Barat, dan Sekretaris Desa Baru.

(Hasbi Waluyo)





Tinggalkan Balasan