ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Sejumlah sepuluh orang pegawai Rumah Sakit Hapsah yang beralamat di Jalan Urip Sumiharjo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selata ajukan surat pengunduran diri (resign) secara serentak, Kamis (3/8/2023).
Bukan tanpa sebab, kesepuluh pegawai tersebut resign karena tidak digaji meski telah memenuhi kewajibannya selama hampir setahun terakhir.
“Diperkirakan 10 bulan gaji kami belum dibayarkan, kami butuh untuk makan dan lain-lain,” sebut salah seorang pegawai yang resign tersebut, Didit.
Didit melanjutkan, selain pihaknya, ada juga beberapa karyawan lain yang belum digaji namun masih bertahan di rumah sakit tersebut.
“Ada juga beberapa rekan kami yang belum digaji namun memilih bertahan untuk menunggu,” katanya.
Didit menyebut sebelum mengambil keputusan resign ini, pihaknya telah melakukan pertemuan beberapa kali untuk berunding dengan pihak pimpinan RS Hapsah terkait polemik ini namun hingga saat ini tak ada hasil.
“Bukan cuma kami, termasuk cleaning service dan dokter menunggak gajinya. Kami juga punya tanggungan dan lain-lain, tolong diperhatikan itu,” ujarnya.
Ditambahkannya, pihaknya menuntut gaji yang belum terbayarkan untuk segera dibayarkan.
Terkait tunggakan pembayaran gaji pegawai Rs. Hapsah ini, pemilik Rumah Sakit (RS) Hapsah Bone, dr Umar mengaku kaget dengan hal ini.
“Ada apa ini? Silakan ketemu sama humasnya saja, saya tidak ada urusan dengan media, ini internal,” kata dr Umar selaku Direktur sekaligus Pemilik Rumah Sakit Hapsah saat coba dikonfirmasi awak media.
Ditanya terkait kabar belum digajinya pegawai Rs Hapsah, dr Umar mengaku telah mengetahui hal tersebut.
“Iya saya tahu, tapi ini urusan internal, tidak ada masyarakat yang dirugikan. Masyarakat mana yang dirugikan,” ujarnya.
Selanjutnya, dr. Umar meminta pihak media untuk meminta penjelasan kepada pihak Humas Rumah Sakit.
“Silakan nanti berurusan dengan humas rumah sakit,” tutupnya sambil meminta para awak media untuk keluar dari ruangan. (Am/Zul)






