ENEWSINDONESIA.COM, MAKASSAR – Irham Tompo, Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja (FSP) Farkes Rumah Sakit Islam Faisal Makassar angkat bicara setelah beredarnya kabar bahwa beberapa oknum yang mengatasnamakan pengurus Farkes RSI Faisal telah melaksanakan Musyawarah Unit Kerja Luar Biasa (Musniklub).
Irham menyebut bahwa Musniklub tersebut secara Anggaran Dasar Organisasi itu cacat administrasi.
Irham mengatakan bahwa untuk menahkodai sebuah organisasi itu harus melalui proses yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada, itu jelas tertera dalam AD/ART lembaga, sedangkan Musniklub yang dilaksanakan beberapa oknum ini mal-administrasi, misal anggota yang hadir harus 50+1 dan itu sudah tidak memenuhi syarat tersebut.
Irham melanjutkan, kemudian permintaan tanda tangan bagi yang bersepakat Musniklub seakan-akan disembunyikan oleh beberapa pengurus atau anggota farkes jelas ini sudah tidak transparansi.
“Secara pribadi saya menghargai orang-orang yang memperhatikan organisasi, tapi harus tetap sesuai koridor, jangan ambisius dan memperlihatkan tindakan yang seakan-akan tidak faham organisasi, bahkan beredar kabar ada oknum yang mencoba mengintervensi anggota untuk bertanda tangan, kan lucu juga prosesnya,” ungkap Tompo melalui keterangan tertulisnya kepada enewsindonesia.com, Sabtu (31/2022).
Irham menambahkan, pada intinya, sampai dengan hari ini periode kepemimpinannya secara AD/ART itu sah dan akan berakhir di bulan April Tahun 2023.
“Apabila oknum tersebut tetap ngotot untuk menjalankan kepengurusannya, silakan jalan dengan prosedur yang cacat hukum kelembagaan,” pungkasnya. (Kambel)






