BONE, SULSEL •• Pemerintah Kecamatan (Pimcam) Tanete Riattang Timur, Kabuapten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pembentangan Bendera Merah Putih yang dilaksanakan Tim 7 Tangkulara di kawasan Gusung Tangkulara, area Pelabuhan Bajoe, Selasa (27/08/2024).
Pembentangan Bendera merah putih sepanjang 79 meter ini digelar secara bersama-sama dari sejumlah Instansi Pemerintah, komunitas dan kelompok nelayan sebagai bentuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 Tahun.
Tujuan gelaran tersebut sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi wisata bahari yang ada di kawasan Tangkulara.
Pengibaran Bendera Merah Putih ini terakhir digelar saat gelaran HUT RI ke-77 lalu.
Camat Tanete Riattang Timur, Andi Ikbal Walinono mengatakan pembentangan Bendera Merah Putih di tempat ini sudah menjadi agenda tahunan yang diprakarsai Pemkab Bone melaluli Dinas Pariwisata Bone.
“Melihat semangat masyarakat, tentu menjadi alasan untuk menjadikan pembentangan Bendera Merah Putih di Tangkulara sebagai program tahunan. Untuk segi waktunya kita bisa sesuaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Selasa (27/8/2024).
“Kegiatan ini sudah dilaksanakan dari tahun 2018, jadi sudah 3 kali berturut diprakarasi oleh Pemkab Bone dan tim 7 Tangkulara pembentangan bendera sesuai dengan hari ulang tahun RI,” sambungnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme dan persatuan untuk tetap menjaga keutuhan bangsa.
“Kegiatan ini bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme di dalam diri kita masing-masing sehingga kita semua dapat mempertahankan kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif,” katanya.
Tak hanya itu, sekelompok masyarakat juga mengibarkan Bendera Negara Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap negara yang saat ini dilanda perang dan genosida itu.
Selain itu, Pimcam Tanete Riattang Timur juga melaksanakan lomba hias kapal. Perlombaan dilaksanakan di Pelabuhan Penyebrangan Rakyat Bajoe.
Sekira 200 kapal dihias pemiliknya sedemikian rupa dengan nuansa kemerdekaan Republik Indonesia agar menarik perhatian juri.
“Inisiasi keinginan seluruh tokoh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, untuk menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Bone,” ujar Camat Tanete Riattang Timur, Andi Ikbal Walinono.
“Selain itu, juga untuk potensi wisata bahari karena kan hanya sedikit masyarakat yang tau itu lomba merias kapal di Bone setiap bulan Agustus,” sambungnya.
Dalam lomba tersebut, para peserta yang kapalnya paling unik riasannya akan mendapatkan piala dan juga uang tunai.
Dari pantauan Enews Indonesia, kapal nelayan yang ikut berkompetisi dirias dengan menggunakan berbagai jenis ukuran bendera Merah Putih. Ada juga kapal yang dirias dengan menggunakan bendera Palestina.
Kemudian kapal yang mengikuti lomba menuju ke pulau Tangkulara untuk pengumuman lomba dan makan bersama dengan para peserta. (Red)






