ENEWS, BONE ••》Banjir yang melanda Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026), merendam sejumlah wilayah dan memaksa puluhan warga dievakuasi. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Sulsel, Andi Sultan, mengatakan banjir terparah terjadi di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.
“Ketinggian air bervariasi antara 0,5 meter hingga 2 meter, terutama di wilayah pesisir karena kondisi air pasang,” kata Andi Sultan.
Tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan masih melakukan evakuasi serta pemantauan di lokasi terdampak.
Sejauh ini, sebanyak 69 warga telah dievakuasi, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.
Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Bone sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Dua korban meninggal dunia masing-masing Naima (80), warga Lingkungan Pao, Kelurahan Bajoe, dan Muh Arsyad (6), warga Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Basarnas mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya warga di daerah rendah dan kawasan pesisir.
Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 8–10 Mei 2026.
BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang akibat meningkatnya curah hujan dalam sepekan ke depan. (Red)






