ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Stefanus Roy Rening mengaku memilih Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sebagai kendaraan politiknya dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) DPR RI 2024 setelah mendengar pidato Presiden RI Joko Widodo pada HUT ke- 8 Partai Perindo 7 November 2022 lalu.
Pria yang biasa disapa Roy Rening ini mengatakan dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo secara gamblang menyatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan elektabilitas Partai Perindo naik ke posisi 4,5 persen (survey Litbang Kompas, September-Oktober 2022) dikarenakan banyak orang- orang hebat yang bergabung ke partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini.
Selain itu kata mantan Ketua Partai Kasih Demokrasi Indonesia, yang juga pejuang kemanusiaan asal Kabupaten Sikka, bahwa Presiden Joko Widodo juga menyatakan bahwa faktor lain yang mempengaruhi adalah hampir setiap hari mars Partai Perindo selalu dikumandangkan dimana mana.
“Jadi lagu Partai Perindo itu, hampir semua rakyat Indonesia sampai anak kecil tau nyanyikan.” ujar Roy Rening dalam diskusi bersama media di Wailiti Hotel, Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (10/3/2023).
Roy Rening mengatakan, dalam mars Partai Perindo secara tegas menyatakan afirmasi positif tentang komitmen terhadap persatuan Indonesia.
“Dan itu sesuai dengan jiwa saya. Ketika saya juga membangun partai politik beberapa waktu lalu, komitmen terhadap persatuan Indonesia dalam bingkai NKRI adalah yang terutama,” ucap Roy Rening.
Hal mendasar berikutnya adalah keberpihakan Partai Perindo terhadap pengentasan kemiskinan melalui politik kesejahteraan. Menurut Roy Rening, salah satu tujuan utama Hary Tanoesoedibjo mendirikan Partai Perindo adalah untuk mengentaskan kemiskinan.
“Itu juga yang membuat saya akhirnya memilih berjuang melalui Partai perindo. Karena sama misinya. Pak Hary Tanoe mendirikan partai ini adalah untuk berjuang mengentaskan kemiskinan. Dan Pak Hary Tanoe tidak dalam tataran konsep, tetapi langsung eksekusi membantu rakyat. Bukan uang negara, tetapi uang dari hasilnya membangun bisnis dan mempersembahkan untuk rakyat. Itu Kongkrit, jadi tidak ada yang bisa perdebatkan itu,” tegasnya.
Lebih jauh Roy Rening mengungkapkan keberpihakan secara tegas seorang Hary Tanoesoedibjo terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia yang mesti dijawab oleh kader kader Partai Perindo di legislatif.
“Kalau hanya mengharapkan dari hasil usahanya Pak Hary Tanoe untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, maka tidak sanggup. Maka itu, Partai Perindo harus terlibat dalam setiap pengambilan keputusan politik baik di eksekutif dan legislatif, sehingga politik anggaran itu harus dipastikan betul betul untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya. (Faidin)






