banner 728x250

Akhirnya Anak 3 Tahun Berhasil Diselamatkan Setelah 3 Hari Terkena Reruntuhan Gempa di Turki

Enewsindonesia.com — Baru-baru ini akhirnya anak perempuan yang masih berusia 3 tahun berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan di kota Izmir, kawasan barat Turki. Kejadian ini terjadi setelah kemunculan gempa pesar yang mengguncang Laut Aegean sejak 3 hari, kemudian menewaskan sebanyak 85 orang.

Melihat kejadian tersebut, regu penyelamat mulai menarik anak yang bernama Elif dari reruntuhan. Setelah itu, dirinya dibawa menggunakan ambulans. Sementara itu, kru kedaruratan mencari warga lainnya yang selamat pada 8 bangunan lainnya.

banner 728x250

Beruntungnya, 2 kakak perempuan Elif dan kakak laki-lakinya masih hidup dan tinggal bersama ibunya di dalam reruntuhan. Namun setelah itu 1 anaknya meninggal dunia.

“Ribuan terima kasih pada-Mu, Ya Tuhanku. Kami telah menyelamatkan si kecil Elif dari blok apartemen,” kata Kepala Otoritas Penanganan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD), Mehmet Gulluoglu, saat dikutip dari Twitter, France 24, Selasa (3/11/20).

AFAD melaporkan bahwa angka kematiannya sudah mencapai 83 di Izmir. Sehingga hal ini membuat kejadian ini termasuk gempa bumi paling mematikan dalam 1 dekade di Turki. Atas kejadian tersebut, 2 remaja akhirnya juga meninggal dunia di Pulau Samos, Yunanai, lapor pihak berwenang.

AFAD juga menambahkan ada 994 korban terluka di Izmir dan 220 korban dirawat karena terluka. Tidak hanya itu saja, ada 20 orang kabarnya masih tertimbun didalam reruntuhan 1 blok apartemen sehingga pencariannya masih dilakukan sampai saat ini.

Jadi sejak gempa bumi yang menewaskan 500 orang lebih dan terjadi di kota Van pada tahun 2011 silam di bagian Turki Timur, bencana ini termasuk gempa bumi paling mengerikan. Di tahun 1999, terjadi 2 gempa besar telah mengguncang Turki barat laut dan menewaskan 18.000 jiwa.

Gempa yang terjadi pada hari Jum’at yang lalu berkekuatan sebesar 6,9 magnitudo, di Laut Aegean, timur laut Samos. Sejak kejadian tersebut, sampai hari ini, Selasa, 3 November 2020 sudah disiapkan 3.00 tenda lebih dan 13.000 tempat tidur di Turki. Selain itu sudah ada hampir 8.000 personel serta 25 anjing penyelamat juga ikut membantu proses penyelamatan dan pertolongan kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *