Aan Soroti Sikap Polisi Tak Beri Kesempatan Wagub Sulbar Temui Tahanan Eksekusi Lahan di Polman

Foto: Aan (kanan), Wagub Sulbar, Salim S Mengga (kemeja merah maroon) berbincang bersama Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi (pakai topi) didampingi bawahannya saat ingin menemui tahanan eksekusi lahan di Polres Polman.

ENews, Polman •• Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Salim S Mengga berkunjung ke Polres Polewali Mandar (Polman) berniat menjenguk masyarakat yang ditahan atas kasus eksekusi lahan, Minggu (6/7/2025) lalu.

Namun kehadiran Wagub Sulbar di Polres Polman sia-sia lantaran pihak Polres Polman tidak memberikan kesempatan untuk bertemu.

banner 728x250

Menanggapi hal tersebut, salah seorang Advokat asal Polman yang berkiprah di Pulau Bali, Hasanuddin Ibrahim mempertanyakan hal tersebut.

“Seorang pemimpin Sulbar hadir di Polres Polman untuk menjenguk masyarakatnya, kok sampai tidak dipertemukan, ada apa?” Tanyanya, Kamis (10/7/2025).

Pria yang akrab disapa Aan ini menyesalkan sikap pihak Polres Polman atas kejadian tersebut. Ia menilai Wagub Sulbar tidak dihargai.

“Saya kasihan sama Puang Jendral, masa sampai diperlakukan seperti itu. Sakit hatiku melihatnya apalagi beliau orang tua kita,” kata Lawyer Muda itu dengan nada sedih.

Dalam pantauan ENews Indonesia pada Minggu (6/7/2025) saat Wagub Sulbar, Salim S Mengga ingin bertemu tahanan eksekusi, ia hanya melihat dari luar tahanan Polres tanpa dipertemukan dengan puluhan tahanan eksekusi lahan.

“Saya belum konfirmasi sama anggota yang jaga di sana, nantipi saya konfirmasi,” singkat Kasi Humas Polres Polman, Iptu Muhapris saat dikonfirmasi ENews Indonesia.

Diberitakan sebelumnya eksekusi lahan di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berlangsung ricuh, Kamis (3/7/2025).

Ratusan warga yang berasal dari pihak termohon dalam perkara sengketa lahan melakukan perlawanan dengan melempari aparat keamanan menggunakan batu dan bom molotov.

Kericuhan terjadi saat petugas gabungan dari Polres Polman dan Brimob berupaya masuk ke area lahan sengketa untuk mengeksekusi putusan pengadilan.

Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan sengit dari warga yang menolak eksekusi.

Akibat aksi anarkis tersebut, sejumlah personel polisi mengalami luka-luka akibat lemparan benda tumpul tersebut dan puluhan warga yang diduga menjadi provokator dalam kericuhan tersebut diamankan.





Penulis: Hasbi WaluyoEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan