ENEWS, MAKASSAR — Delegasi Kabupaten Sinjai meraih empat gelar juara pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) 2026 yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar, Sabtu 31 Oktober 2026.
Empat prestasi tersebut diraih peserta didik dari jenjang SD dan SMP dalam sejumlah cabang lomba bahasa daerah.
A. Citra Damayanti dari UPTD SMP Negeri 16 Sinjai meraih Juara I Mendongeng Bahasa Konjo Putri tingkat SMP. Rekan sekolahnya, Ainur Fakhira, meraih Juara II Menulis Cerpen Bahasa Konjo Putri tingkat SMP.
Sementara itu, Syeh Zahran Ar Zalif dari UPTD SMP Negeri 7 Sinjai meraih Juara III Pidato Bahasa Bugis Putra tingkat SMP. Adapun Inne Khusnun Fauzia dari SD Negeri 41 Bikeru meraih Juara III Menulis Cerpen Putri tingkat SD.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil kerja keras peserta didik bersama guru pembimbing dan dukungan pihak sekolah.
“Empat gelar juara ini merupakan hasil kerja keras peserta didik, dukungan para guru pembimbing, kepala sekolah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan,” ujar Irwan, Senin (2/11).
Ia mengatakan, keikutsertaan dalam FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
Dinas Pendidikan Sinjai, lanjutnya, terus mendorong sekolah untuk mengembangkan bakat peserta didik melalui pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk dalam bidang literasi dan pelestarian bahasa daerah.
Sebelum mengikuti tingkat provinsi, para peserta telah melewati seleksi tingkat kecamatan pada 12–13 Oktober 2026, kemudian seleksi tingkat kabupaten pada 15–16 Oktober 2026. Peserta terbaik dari setiap kategori selanjutnya mewakili Sinjai di tingkat provinsi.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Melalui kegiatan ini, peserta didik didorong untuk mengembangkan keterampilan berbahasa sekaligus menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah.
Jurnalis: Asrianto






