Kualitas Udara Bone Masuk Kategori Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Pakai Masker

Ketgam: Warga mengenakan masker saat beraktivitas di jalanan Kabupaten Bone di tengah kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, Rabu (14/10/2026). (Dok. ENews)
Ketgam: Warga mengenakan masker saat beraktivitas di jalanan Kabupaten Bone di tengah kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, Rabu (14/10/2026). (Dok. ENews)

ENEWS, BONE ••》Kualitas udara di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berada dalam kategori tidak sehat pada Rabu (14/10/2026) pukul 07.00 WITA. Berdasarkan data Weather.com, indeks kualitas udara (AQI) tercatat sebesar 118 dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 54,97 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan polusi udara berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit pernapasan.

banner 728x250

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Fibrianto, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di luar ruangan, serta menunda aktivitas fisik berat apabila kondisi udara masih tidak sehat. Kelompok rentan perlu lebih berhati-hati terhadap paparan polusi udara,” demikian imbauan yang dapat disampaikan kepada masyarakat.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara memburuk. Warga yang mengalami gangguan pernapasan disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Seluruh 27 Kecamatan Berstatus Tidak Sehat

Berdasarkan infografis pemantauan kualitas udara tertanggal 14 Oktober 2026, seluruh 27 kecamatan di Kabupaten Bone ditampilkan dalam kategori tidak sehat.

Namun, angka AQI 118 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 54,97 µg/m³ merupakan data Weather.com dari titik pemantauan di Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai hasil pengukuran langsung yang mewakili setiap kecamatan.

Data dalam infografis juga mengaitkan kondisi udara dengan dugaan kontribusi asap kebakaran hutan dan lahan dari wilayah lain, termasuk Kalimantan serta Papua dan Maluku. Meski demikian, informasi tersebut merupakan analisis berdasarkan sebaran hotspot, citra satelit, pola angin, dan kondisi meteorologi, sehingga memerlukan data pendukung untuk memastikan sumber polusi yang memengaruhi Bone.

Kondisi meteorologi yang ditampilkan meliputi suhu 23–32 derajat Celsius, kelembapan 70–88 persen, serta kecepatan angin sekitar 5–15 kilometer per jam.

Warga Diminta Hindari Pembakaran Sampah

Selain mengantisipasi kemungkinan asap kiriman dari luar daerah, masyarakat juga diminta berperan mengurangi sumber polusi lokal. Salah satunya dengan tidak membakar sampah maupun melakukan pembakaran terbuka di lahan.

Paparan PM2.5 perlu diwaspadai karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Dampaknya dapat berupa iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit pernapasan lainnya.

Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dan menerapkan langkah pencegahan, terutama bagi kelompok rentan.

Data AQI dan PM2.5 dalam laporan ini merujuk pada Weather.com per 14 Oktober 2026 pukul 07.00 WITA. Informasi mengenai kondisi meteorologi mengacu pada data BMKG yang dicantumkan dalam infografis. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan