ENEWS, MAJENE – Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Kali ini, api melanda kawasan pesisir yang berada di Desa Tammero’do Utara, Kecamatan Tammero’do Sendana, Jumat (7/8/2026) malam.
Kebakaran terjadi di kawasan yang ditumbuhi rumput kering di bawah pohon kelapa. Tidak ada bangunan maupun rumah warga yang dilaporkan terbakar dalam insiden tersebut.
Kepala Desa Tammero’do Utara, Muliadi, mengatakan api mulai terlihat sekitar pukul 18.30 Wita. Warga kemudian bergerak melakukan pemadaman secara manual menggunakan ember.
“Kobaran api berhasil dipadamkan dengan hadirnya puluhan warga yang menggunakan ember,” kata Muliadi kepada ENews Indonesia melalui WhatsApp, Jumat malam.
Menurut Muliadi, api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.30 Wita setelah warga berjibaku memadamkan kobaran api yang menjalar di kawasan pesisir.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 50 x 50 meter. Meski api cukup luas membakar vegetasi kering, kebakaran tidak sampai merembet ke permukiman maupun menyebabkan kerugian material.
“Alhamdulillah, tidak ada kerugian. Api hanya melahap rumput kering di bawah pohon kelapa,” ujarnya.
Diduga Puntung Rokok
Muliadi menduga kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang yang melintas di kawasan tersebut.
“Kemungkinan besar diakibatkan oleh puntung rokok seseorang yang lewat,” ungkapnya.
Namun, dugaan tersebut masih berdasarkan analisis dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang diduga membuang puntung rokok maupun bagaimana titik awal api muncul.
Peristiwa ini kembali menyoroti potensi kebakaran di wilayah Majene, khususnya pada area yang dipenuhi vegetasi kering. Sebelumnya, kebakaran juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Pamboang.
Setelah api dinyatakan padam, sejumlah warga masih berjaga di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala dan merembet ke area lain.
Tidak adanya kerugian material dalam kejadian ini menjadi satu-satunya kabar baik. Namun, dugaan penggunaan api atau pembuangan puntung rokok sembarangan di tengah kondisi lahan kering tetap menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.
Jurnalis: M. Kamil






