ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) memaparkan bahwa Kabupaten Bone merupakan terendah keluarga beresiko stunting. Presentasenya di Sulsel sebesar 15 persen.
“Keluarga beresiko stunting yang banyak dipengaruhi oleh perilaku hidup orangtua anak,” ujarnya saat gelaran Rembuk Stunting (Aksi-3) yang digelar oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 untuk tahun rencana Tahun 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung PKK, Jl. Andi Mappanyukki, Kota Watampone, Senin (25/3/2024).
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bone drg. M. Yusuf menyampaikan tentang penyebab-penyebab terjadinya stunting karena tingginya perokok yang serumah dengan balita dan juga kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan balita.
Sementara, Pj Sekda Bone Andi Muhammad Guntur menuturkan penurunan stunting menjadi program nasional yang harus menjadi atensi pemerintah daerah.
“Oleh karena itu, kami berharap seluruh stakeholder terutama kepala OPD terkait, Camat dan kepala desa untuk turun langsung melakukan intervensi melalui kegiatan di masing-masing wilayah,” kata Guntur.
Dengan adanya kerja kolaborasi dan sinergitas, Andi Muhammad Guntur optimis bisa mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024.
Sementara di tingkat kecamatan, keluarga beresiko stunting terbanyak di Kecamatan Tanete Riattang, Ajangale, Sibulue .
Dalam kegiatan Rembuk ini panitia memberikan penghargaan kepada Kecamatan Kajuara sebagai kecamatan zero Stunting dua tahun berturut-turut. Penghargaan juga diberikan pada Puskesmas Kajuara sebagai intervensi gizi di posyandu terbaik dua tahun berturut-turut.
Kepala UPT Bontocani-Kahu juga mendapat penghargaan sebagai UPT pencegahan keluarga beresiko terbaik dan tahun berturut-turut. Terakhir penghargaan diberikan kepada kepala desa Samrego kecamatan Kahu sebagai desa besar penduduknya yang zero Stunting dua tahun berturut-turut
Setelah pembukaan, perwakilan Bappelitbangda provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh A. Ilham Juliawan memaparkan tentang kebijakan pemerintah Gubernur Sulawesi Selatan dalam percepatan penurunan stunting sesuai RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan.
Kemudian Kepala Bappeda Bone Dr Ade Fariw Ashar memaparkan materinya terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Bone dalam menggerakkan OPD, Kecamatan, dan desa/kelurahan dalam Percepatan Penurunan stunting.






