Terungkap! Pelaku Ladang Ganja di Bone Dikenal Dermawan

Foto suasana pemusnahan tanaman ganja di Bone. (Dok. Enews)

ENEWS, BONE – Kedatangan polisi di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengejutkan warga setempat. Pemerintah dan warga mengaku tidak mengetahui adanya ladang ganja di wilayah mereka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Enal, seorang warga setempat yang turut serta mendatangi lokasi ladang ganja.



Enal mengatakan bahwa dalam rombongan polisi dari Makassar, pelaku berinisial R juga dihadirkan untuk menunjukkan jalan.

“Pelaku dibawa dari Makassar sebagai penunjuk jalan. Awalnya, pemerintah dan warga setempat terkejut karena tidak menyangka ada ladang ganja di atas sana,” ujar Enal melalui sambungan telepon seluler kepada Enewsindonesia.com, sekitar pukul 20.00 WITA, Kamis (16/2/2023).

Ia mengungkapkan bahwa pelaku R dikenal sebagai sosok yang dermawan di kalangan warga setempat.

“Dia jarang terlihat. Namun, setiap kali datang, dia selalu berbagi buku, Al-Qur’an, ikan, dan lain-lain. Oleh karena itu, warga terkejut mengetahui bahwa dia memiliki ladang ganja di atas sana,” tuturnya.

Enal menambahkan bahwa saat polisi memasuki lokasi ladang ganja, dirinya diminta untuk menunggu di rumah warga.

“Kami akan dipanggil melalui talkie walkie untuk mengantarkan bahan bakar solar. Polisi dan pelaku yang bertugas sebagai penunjuk jalan sudah lebih dulu menuju ke atas,” katanya.

“Polisi sudah kembali ke Makassar tadi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Bone, Ipda Rayendra Muchtar, menjelaskan bahwa pengungkapan ladang ganja di Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim dari Dit Res Narkoba Polda Sulsel dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel.

Rayendra menyebutkan bahwa terdapat empat lokasi ladang ganja di wilayah tersebut, namun baru satu yang berhasil ditemukan.

“Ini adalah hasil pengembangan. Terduga pelaku memasuki wilayah Bontojai melalui rute Desa Ere Lembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Pelaku berinisial R warga Kolaka (Sultra),” ungkapnya kepada ENews Indonesia, Kamis (16/2/2023).





Tinggalkan Balasan