ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Oknum anggota Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertugas di Pos Retribusi Pompanua, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan berinisial SU (40) diringkus anggota Polsek Pammana, Polres Wajo bersama anaknya AD (20), Senin (13/2/2023).
SU diduga melakukan penikaman terhadap sopir truk yang melintas di daerah tersebut.
Kejadian penikaman tersebut terjadi di Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo Wajo sekira pukul 01.00 Wita dini hari, Senin (13/02/2023).
Kapolsek Pammana, Iptu H. Patidanus membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan, korban berinisial HD merupakan sopir truk pengangkut beras dari Kabupaten Sidrap.
“Petugas kami berhasil melakukan penangkapan kurang dari satu jam setelah kami mendapati adanya laporan penganiayaan secara bersama-sama oleh korban,” paparnya.
Kapolsek menjelaskan, kejadian berawal pada saat korban melintasi Pos Perhubungan di Pompanua dengan menggunakan truk yang bermuatan gabah tiba-tiba muncul pelaku dan berteriak dengan maksud agar korban singgah membayar retribusi jalan.
“Namun korban tidak singgah melainkan korban juga membalas teriakan pelaku sehingga pelaku SU dan AD mengejar korban menggunakan sepeda motor,” beber Kapolsek.
Setelah itu, lanjut Kapolsek, kedua pelaku berhasil mengadang korban di Desa Pallawarukka dan menyuruh korban untuk turun dari mobil.
“Setelah itu pelaku SU langsung menikam korban menggunakan sebilah badik sebanyak dua kali dan AD (anak pelaku) memukul korban menggunakan besi yang bergerigi sebanyak empat kali,” sebutnya.
Kapolsek menambahkan, saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek guna penyelidikan lebih lanjut.
Dikonfirmasi terpisah, Pelaksanaan Tugas (Plt) Kadishub Bone Andi Muhammad Ikbal membenarkan bahwa yang melakukan penikaman sopir truk di Kabupaten Wajo adalah oknum pegawai Dishub Bone.
“Iye mamang benar pelaku itu anggota Dishub Bone,” ucapnya melalui sambungan telpon seluler, Senin (13/2/2023).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kejadian tersebut telah mengarah ke masalah pribadi.
“Salahnya kenapa pergi nakejar, kan begitu saja. Jadi menyangkut pribadi mi ini. Karena kalau tugasnya itu mamang harusnya kita saling menghargai,” terangnya.
Apalagi kejadiannya ini tengah malam, lanjut Andi Ikbal, kejadian disinyalir aksi saling teriak satu sama lain.
“Itu salahnya ka nakejarki, jadi kembali lagi ke pribadinya. Kalau dari kita, biarkan proses hukum berjalan, tetapi kita berharap kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” harapnya.
Ia menambahkan, kejadiannya terjadi di luar Kabupaten Bone dan pihaknya menghargai proses di sana (Kabupaten Wajo).
“Biar di sana berproses. Tetapi kita berharap bagaimana diselesaikan secara kekeluargaan karena inikan menyangkut pribadi dan info yang saya dapat memang samai anaknya (AD) kejarki itu, kerena memang biasanya kalau malam begitu pasti duduk-duduk disitu anaknya temaniki,” pungkasnya. (Mienk)






