ENEWSINDONESIA.COM, Berau – Jembatan penghubung antar RT 13 dan RT 12, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan timur dalam kondisi rusak dan membahayakan. Warga meminta perhatian pemerintah.
Abdul Rahman salah satu warga Gang Ketapang RT 12 Kecamatan tanjung Redeb menyampaikan bahwa jembatan tersebut merupakan akses lalu lintas masyarakat dalam aktivitas keseharian.
“Kendaraan roda dua dan roda empat selalu melintasi jembatan tersebut. Saat ini, dengan kondisi jembatan tersebut, tidak bisa lagi dilalui oleh mobil dan motor, mereka selalu putar balik disebabkan takut melintasi jembatan tersebut,” katanya.
Warga sangat berharap jembatan ini dipermanenkan karena selain membahayakan, juga terdapat banyak pipa air warga.
“Selalu ada pergerakan jembatan itu, akhirnya pipa air kami selalu pecah,” keluhnya.
Jembatan tersebut dibangun secara swadaya masyarakat, lanjuta Abdul Rahman, dulu kalau lagi rusak warga yang memperbaiki sendiri.
“Kalau katanya dari dinas PUPR pernah perbaiki jembatan ini, masa begitu aja cara pengerjaannya,” tambanya, Ahad (10/4/2022).
Senada dengah Abdul Rahman, Tri yang juga salah satu warga Gang Ketapang mengatakan bahwa jembatan itu tidak bisa dilalui kendaraan.
“Kata orang-orang dari dinas PUPR melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) pernah memperbaiki, namun perbaikan yang dilakukan hanya sebatas agar bisa dilalui saja atau tidak maksimal, sedangkan saat ini jembatan itu kembali rusak dan sangat berbahaya untuk dilalui kendaraan. Intinya kami masyarakat sangat berharap pihak pemerintah agar bisa secepatnya memperhatikan jembatan ini,” ujar Tri.






