19 Demonstran yang Diamankan Polres Morotai Dibebaskan

ENEWSINDONESIA.COM, Morotai – 19 demonstran yang terlibat aksi anarkis yang terdiri 14 mahasiswa dan lima pelajar SMA diamankan di Mapolres Morotai saat unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Morotai, Maluku Utara.

banner 728x250

Baca: https://enewsindonesia.com/demonstrasi-penolakan-kenaikan-harga-bbm-di-morotai-ricuh/

Melalui rapat mediasi bersama orangtua wali kelas dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pasifik (Unipas) di ruang aula Mapolres Morotai, ke 19 demonstran tersebut akhirnya dibebaskan, Selasa (13/9/2022).

Di rapat tersebut, kata Kapolres Pulau Morotai AKBP Agung Reza Pratidina menyampaikan bahwa aspirasi tidak dilarang tugas kepolisian yaitu megamankan pelaksanaan aksi agar berjalan aman dan tertib.

“Adanya polisi di kegiatan unjuk rasa itu untuk berpihak pada objek tidak, tapi supaya benar-benar terlaksananya kegiatan penyampaian aspirasi dengan aman dan damai,” ujarnya.

Misalnya lanjut Reza, untuk menyampaikan aspirasi boleh terserah mau teriak-teriak mau memaki-maki mengunakan sound sistem sampai 10 pun silahkan selama aksi itu berjalan dengan aman.

“Jangan sampai ada tindakan anarkis yang ketika mengarah pada pengrusakan fasilitas umum ataupun lainnya karena itu bisa membahayakan diri kalian,” imbuhnya.

Salah satu keluarga dari mahasiswa tersebut Sulfia Dagali dalam rapat itu menyarankan agar pihak kepolisian mengkoordinasikan terlebih dahulu ke pihak sekolah (terkait pelajar SMA), jangan langsung pukul di jalan kemudian bawa mereka ke kantor polisi.

“Di forum ini saya mohon ya, pak polisi, jangan seperti itu lagi, anak orang di pukuli kasihan nanti tingkat kepercayaan masyarakat kepada kepolisian jadi menurun,” ujarnya.

“Aksi brutal anak-anak ini mungkin pesikologinya masih dini dan terutama terima kasih juga kami sebagi keluarga mereka sudah di pangil kesini,” sambungnya.





Penulis: Ranto DBEditor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan