ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT keluhkan bantuan yang tidak merata. Warga menyebut pendataan yang dilakukan melalui Pemerintah Desa (Pemdes) tidak mensurvei ke lokasi.
Minahasa, salah satu warga yang tinggal di sekitaran Kali Mati menyampaikan bahwa pihak Pemdes hanya melakukan pendataan di Desa Nangahale bagian pantai saja, namun di pinggiran Kali Mati tidak seutuhnya di data.
“Kepala Dusun hanya berdiri di sekitar rumah kami tapi kami tidak didata, padahal rumah kami terendam air bersama beberapa tetangga saya,” ungkapnya, Kamis (5/1/2023).
Warfa lain, Moh Ridha menyampaika bahwa banyak warga di kompleksnya di sekitaran kali mati yang sebenarnya terkena dampak akibat air masuk melalui kali sebelah.
“Ada beberapa KK di kompleks bagian saya yang memang rumahnya berada di pinggir kali dekat pohon bakau, namun karena rumahnya tidak ada pondasi sehingga air masuk ke dalam rumah mereka,” ujarnya kepada Enewsindonesia.com.
“Sampai saat ini mereka belum di berikan bantuan, padahal kalau mau dilihat kondisi mereka juga jauh lebih miskin dari mereka-mereka yang terdampak lainnya,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Kadis BPBD Sikka, Yohanes B. Laba menyataka akan ada tindak lanjut terkait permasalahan yang dilaporkan warga tersebut.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pihaknya selalu bekerja sesuai SK Bupati Sikka.
“Sejauh ini belum ada SK dari Bupati Sikka sehingga arahannya agar pelaporannya tidak secara lisan atau sekedar penyampaian kepada pihaknya namun harus melalui surat resmi, silahkan koordinasikan kepada Pemdes, karena kita juga harus faham prosedur tanggap darurat seperti apa,” terang Yohanes.
Jurnalis: Faidin






