ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Program Perkerasan Jalan Tani yang digelontorkan dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2022, di Desa Corawali, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan diduga bermasalah.
Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp 115.832 juta diduga tak tersalurkan sebagaimana mestinya.
Dalam pantauan Enews Indonesia, terlihat proyek pengerasan jalan tani yang panjangnya 530 meter tersebut tidak dipasangi talud dan hanya penimbunan biasa. Hal itu patut dipertanyakan melihat anggarannya yang lumayan besar.

Beberapa warga setempat yang dimintai keterangan berharap pihak Aparat Penegak Hukum mengatensi proyek ini.
Kepala Dusun Corawali, Asriadi yang ditemui di lokasi tersebut mengungkapkan bahwa saat pengerjaan proyek dirinya sebagai pemerintah setempat tidak dilibatkan.
“Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) itu namanya Ilyas. Dia sendiri yang kerja,” sebutnya, Sabtu (4/3/2023).
Kadus mengatakan bahwa jalan tersebut digunakan oleh petani setempat.
“Ada juga satu rumah di dalam. Mereka menggunakan jalan ini juga,” lanjutnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Desa Corawali, Muksin mengatakan bahwa proyek tersebut dikerjakan saat dirinya belum menjabat.
“Iye ndi, itu proyek pejabat desa sebelum saya,” singkat Kades Corawali melalui sambungan telpon. (Mienk)






