ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Ribuan jama’ah dan santri Pondok Pesantren Darul Huffadh di Dusun 77, Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan melaksanakan sholat Idul Adha di Lapangan Ponpes DH, Rabu (27/8/2023).
Kurang lebih 3.000 jamaah hadir melaksanakan shalat di lapangan tersebut mengikuti keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menetapkan Idul Adha 1444 Hijriyah jatuh pada Rabu 28 Juni 2023.
“Ada dari beberapa daerah di Kajuara, Salomekko, Cenrana, Kahu Palatta’e, Bulukumba, Makassar, Gowa, Takalar, Kolaka, Flores, Palopo, Siwa, dan daerah lainnya,” ujar Zulfikar, salah satu jama’ah ke Enews Indonesia.
Ditambahkannya, bertindak sebagai Khatib pada gelaran sholat Idul Adha tersebut yaitu Ust Zaenal Lc.
MUI PUSAT: Perbedaan Waktu Hari Raya, Ajang Saling Menghargai Perbedaan Pendapat
Diketahui, Pemerintah RI menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Kamis 1444 Hijriyah. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekum MUI), Amirsyah Tambunan menyebut perbedaan waktu Hari Raya Idul Adha pada 28 Juni dan 29 Juni justru menjadi kesempatan untuk saling menghargai perbedaan.
Amirsyah mengatakan Hari Raya Idul Adha kali ini sudah sepatutnya dimaknai sebagai bagian dari momentum kesyukuran terhadap bangsa dan negara yang saat ini menyelenggarakan Idul Adha pada dua waktu yang berbeda, yakni tanggal 28 Juni dan 29 Juni.
“Momentum Idul Adha kali ini kita memaknai dengan saling menghargai dan menghormati perbedaan. Kalau tidak ada perbedaan, tidak muncul pertanyaan bagaimana menyikapi (perbedaan),” kata Amirsyah saat ditemui wartawan usai Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (28/6/2023).
Amirsyah menjelaskan, melalui perbedaan hari raya ini, muncullah satu penegasan untuk saling menghargai dan menghormati. Tujuannya untuk kita bersama-sama memperoleh hikmah di dua perbedaan.
“Satu di antaranya karena tidak bersamaan Idul Adha, maka masyarakat bisa melihat, ini lo pilihan Idul Adha tanggal 28 Juni, ini Idul Adha tanggal 29 Juni,” ungkap dia menjelaskan. (Abdul Gafur)






