ENEWS BONE •• Mengumpulkan donasi untuk kemanusiaan di jalan raya marak dilakukan lembaga-lembaga sosial saat ini. Walau butuh kerja ekstra, tapi hasilnya bisa menutupi beban orang-orang yang membutuhkan bantuan melalui lembaga-lembaga sosial tersebut.
Namun hal itu menjadi modus baru beberapa oknum masyarakat dengan mengumpulkan donasi untuk kepentingan pribadi (pengemis modus baru).
Dalam dua hari terakhir, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone mengamankan dua kelompok masayarakat yang mengumpulkan donasi di jalan raya untuk kepentingan pribadi.
Dalam pantauan Enews Indonesia di simpang empat Jalan Sukawati – Jalan Jendral Sudirman Kota Watampone, empat orang pria yang menggunakan rompi ala lembaga sosial berhasil mengumpulkan rupiah dalam bentuk pecahan Rp 2 ribu hingga Rp 50 ribu, Sabtu (1/2/2025).
Terlihat jelas pada kardus yang mereka gunakan mengumpul donasi, poster seorang balita yang terkena kanker ganas bertuliskan “Donasi Terbuka Diagnosa Tumor Ganas”.
Saat digerebek Satpol PP Bone, para pria tersebut tak mampu memperlihatkan legalitas bahkan tak tahu menahu terkait foto balita yang terpasang di kardus yang mereka pegang.
Selain itu, hanya salah seorang dari mereka yang mampu menunjukkan kartu identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) beralamat Kota Pare-Pare. Sementara rekannya yang lain tak membawa kartu identitas.
“Uang ini (hasil donasi) silakan diambil, kardusnya saya bawa. Di lain waktu kalau saya temukan lagi berbuat seperti ini, saya amankan di kantor (Satpol PP),” kata Danton Satpol PP yang memimpin operasi tersebut, A. Ayatullah dibalas anggukan para pengemis modus baru tersebut.
Sehari sebelumnya, Jumat (31/1), Satpol PP Bone juga telah mengamankan beberapa orang yang melakukan hal yang sama. Kelompok sebelumnya terdiri dari perempuan dan laki-laki memakai rompi hitam ala lembaga kemanusiaan.
Tak sampai di situ, para pelaku yang meresahkan masyarakat Bone ini juga diduga melakukan operasi hingga ke desa-desa.
“Pernah datang ke desaku itu pak. Awalnya mereka minta sumbangan untuk kegiatan, sepekan kemudian, datang minta donasi korban kebakaran. Saya cek lokasi kebakaran yang mereka maksud, ternyata peristiwa yang sudah lama terjadi,” ungkap salah seorang sumber yang meminta identitasnya tak disebutkan kepada Enews Indonesia, Sabtu (1/2/2025).
“Dia masuki dari rumah ke rumah. Banyak yang tertipu,” lanjutnya.
Atas kejadian ini, pihak berwenang diharap pro aktif untuk memberantas hal yang meresehkan masyarakat tersebut.
Kepada masyarakat untuk tidak serta merta memberikan donasi kemanusiaan kepada orang-orang yang bertanggung jawab. Cek legalitas! Bila perlu berdonasi langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Jurnalis: Mimienk Lee






