ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Pembangunan proyek Instalasi Pengelolaan Limbah Terpadu (IPLT) rencananya akan dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Proyek ini akan mengelola limbah tinja rumah tangga menjadi pupuk.
Dari informasi yang diperoleh Enewsindonesia.com, pengajuan ini telah dilakukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jika ini berhasil, Bone disebut akan menjadi daerah kedua yang memiliki pengelolaan limbah terintegrasi setelah Kota Makassar.
Sub Koordinator Sanitasi, Dinas BMCKTR Bone, Syamsul Bahri mengatakan pihaknya telah selesai mengajukan Detail Engeneering Design (DED), dokumen lingkungannya (Andal) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk proyek ini dimana diproyeksi akan menelan anggaran Rp 8,8 miliar untuk pengerjaan fisik dan pembebasan lahan pusat pengelolaan sanitasi.
Sedangkan untuk luas lahan lokasi IPLT ini disebut akan mencapai 1 hektare dan terletak di Desa Passippo, Kecamatan Palakka, tepatnya di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Passippo.
Dia menjelaskan kapasitas dan jangkauan pelayanannya karena dengan sistem pengangkutan sehingga tak terbatas, siapa saja bisa mengakses pelayanan ini asalkan rumah tangga tersebut masuk dalam program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) dan Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal (L2T3) Pemda Bone.
“Untuk kapasitas itu 10 m3 kubik perhari. Untuk melayani seluruh rumah tangga yang masuk dalm L2T2 ataupun L2T3,” ujarnya Selasa (12/3/2024).
Ia menyampaikan, saat ini Pemkab Bone telah memiliki Perda No.8 Tahun 2022 tentang Penyelenggaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD).
“Kemudian juga telah disiapkan operator IPLT yaitu Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pengelolaan Air Limbah (PAL) Passippo yang akan disahkan nanti setelah terbentuk atau terbangun IPLT,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BMCKTR Bone, Askar mengatakan dengan adanya program ini akan memberikan PAD baru ke Pemkab Bone. Setiap rumah kata dia akan dibebankan sejumlah retribusi untuk mendapatkan pelayanan ini.
Selain itu, pengelolaan limbah ini akan mengasilkan pupuk yang nantinya juga akan bernilai ekonomis, ini juga akan membantu para petani di Bone.
“Jadi pasti ada PAD, ini akan memberikan PAD baru ke Pemda Bone” ujarnya.
Lebih lanjut, proyek ini sendiri kata dia telah sampai ke Balai Prasarana Wilayah Sulsel, diharapkan bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
“Jadi mudah-mudahan tahun ini bisa segera dilakukan pengerjaan fisik, karena status penganggarannya semua di sana (termasuk lelang),” katanya.
Skemanya dia sama dengan di Makassar. Setelah pengerjaan ini rampung fisiknya kata dia akan segera diserahkan ke Pemkab Bone.
“Jadi diserahkan oleh Kementerian PUPR lewat Balai Prasarana Wilayah yang ada di Makassar,” tuturnya. (*)






