Bone  

Pemda Bone Usulkan Dana Inpres Rp100 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Fito: Kondisi jalan di Desa Binuang, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Dok. Enews)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusulkan anggaran Rp100 miliar dana Instruksi Presiden (Inpres) ke pusat untuk pembenahan jalan di tahun 2024.

Dana Inpres sendiri sudah dimulai sejak 2023 lalu, setelah Presiden RI Joko Widodo menerbitkan Inpres terkait percepatan pembangunan jalan-jalan daerah guna mengakselerasi pembenahan jalan-jalan rusak ataupun jalan yang belum terbangun di daerah.



Ini menjadi angin segar, bagi daerah khususnya Kabupaten Bone, dimana diketahui kondisi jalan di Kabupaten Bone masih cukup memprihatinkan.

Dari hasil survei lapangan Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Bone, dilaporkan sekira masih ada 60 persen jalan di Bone yang dalam kondisi rusak parah.

Sementara anggaran daerah disebut sangat terbatas, sehingga sulit mengakomodir ribuan permintaan dari wilayah untuk pembenahan jalan.

“Ada namanya dana Inpres, itu dalam bentuk kegiatan Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) itu kurang lebih 100 miliar diusulkan oleh Kabupaten Bone, ini biasanya kolaborasi legislatif dan eksekutif, legislatifnya bisanya aspirasi dari anggota DPR,” imbuh Kepala Bidang Bina Marga, Dinas BMCKTR Bone, Jumran, Sabtu (24/2/2024).

Usulan besaran anggaran yang diiterima ini sifatnya masih tentatif, artinya ini akan kembali ke pusat untuk menentukan berapa yang akan dikucurkan untuk Kabupaten Bone nantinya. Namun pengajuan ini kata dia tetap tetap berdasarkan perhitungan jalan-jalan yang butuh segera dibenahi.

Jika anggaran ini bisa dikabulkan maka akan cukup membantu mengurangi jumlah jalan di Kabupaten Bone.

Sementara usulan Inpres ini kata Jumran sudah masuk tahun kedua, tahun 2023 lalu Pemerintah Pusat mengabulkan sekitar Rp50 miliar anggaran Inpres ini ke Pemda Bone.

“Anggarannya ini digunakan untuk benahi beberapa ruas jalan, seperti di Jl Jenderal Sudirman dan Jl Ahmad Yani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jumran mengakui cukup sulit mengandalkan APBD daerah untuk pembangunan infrastrukur jalan rusak di seluruh daerah di Bone ini. Apalagi selama ini Bone masih cukup bergantung pada pendanaan dari Pusat lewat DAK dan DAU. Sehingga pemda cukup bergantung degan dana-dana dari pusat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas BMCKTR Bone, Askar mengatakan, keterbatasan anggaran selama ini menyulitkan pemda untuk membenahi seluruh jalan.

Sekira ada ribuan laporan yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrembang) ke Pemda Bone, dan jika ditaksir maka membutuhkan anggaran triliunan rupiah untuk mengakomodir jalan-jalan ini.

“Jadi tergantung kemampuan keuangan, karena bukan uang kecil, nah kemampuan daerah sangat terbatas, dengan jumlah jalan yang ada dan semua kecamatan, kan semua mengharapkan itu,” ujarnya.

Dia mengatakan pemda terus berupaya untuk mendorong perbaikan dari sumber pendanaan yang lain. Selama ini kondisi jalan yang rusak dan diperbaiki ini hampir sejajar. Artinya jumlah jalan yang diperbaiki bersamaan dengan jalan yang mulai rusak hampir sama ,sehingga cukup sulit untuk mengurangi jumlah jalan rusak di Bone.

Ia menggambarkan untuk satu km saja, sekira membutuhkan anggaran Rp2,5 miliar sampai dengan Rp3 miliar. Yang mana jumlah ini sangatlah besar. Belum lagi perlu penyesuaian angregat sepeti beton untuk kawasan rawan terendam air, yang tentunya membutuhkan anggaran yang lebih besar lagi.

“Sekali lagi di Bone itu masih ada 600-san km jalan yang membutuhkan pembiayaan semua masuk skala priioritas, tentu kita tetap dengan kemampuan untuk men-counter itu semua,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Binuang, Andi Alim mengungkapkan kekesalannya dengan merobek kertas dan melempar kursi saat gelaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Libureng, Rabu (21/2/2024) lalu.

“Aksi banting kursi itu saya lakukan spontan karena harga diri kami selama puluhan tahun usulan kami tidak pernah terealisasi. Terakhir jalan kami diaspal itu sekitar 30 tahun yang lalu sejak Almarhum Basri Palaguna menjabat Gubernur Sulsel,” ungkap Andi Alim.

Andi Alim berharap pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Bone mengaspal jalan yang ada di desanya.

“Besar harapan kami mewakili warga Desa Binuang agar jalan kami diperhatikan,” pungkasnya.