ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Very Awales mengatakan rencana besar pembangunan Menara Lonceng adalah harapan umat dan masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Hal tersebut selalu disampaikan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di setiap kunjungannya ke tengah-tengah masyarakat,” terang Very Awales, saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at, (3/2/2023).
Mantan Jurnalis ini juga menjelaskan, pembangunan menara lonceng ini adalah gagasan besar selain untuk tempat do’a juga sebagai destinasi wisata religi yang bisa dikunjungi oleh umat di seluruh dunia.
“Harapan masyarakat Kabupaten Sikka itu disampaikan sejak Bupati Sikka, Bapak Robi Idong (sapaan akrab bupati. Red) masih calon bupati maupun sesudah menjadi Bupati Sikka,” ungkapnya.
“Umat sangat mengharapkan adanya monumen di Gelora Samador Da Cunha Maumere sebagai bentuk peringatan atas kunjungan Bapa Suci Yohanes Paulus II di Maumere pada tahun 1989 lalu dan juga perayaan tahun Maria tahun 1988,” sambungnya.
Mantan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka itu juga menjelaskan tahun lalu sudah dilaksanakan peletakan batu pertama.
Peletakan batu saat itu, kata dia sebagai pengumuman dan penyampaian kepada umat dan masyarakat Kabupaten Sikka bahwa di Gelora Samador Maumere akan segera dibangun Menara Lonceng.
“Peletakan batu pertama juga sebagai penanda pembangunan menara lonceng. Ini adalah tahapan prakontruksi, agar pelaksanaan pembangunan menara lonceng lebih terarah. Perbup CSR sudah diundangkan dan saat ini sedang disiapkan SK Bupati tentang susunan kepanitian,” imbuhnya.
Very juga berharap ada dukungan umat baik dari umat Keuskupan Maumere maupun umat asal Keuskupan Maumere yang berada di luar (di luar Maumere. Red) untuk berkontribusi dalam membangun Menara Lonceng.
“Saya harap dukungan yang tulus tanpa tendensi semua pihak untuk proses percepatan pembangunan
bukan sebaliknya membangun oponi penyesatan,” pinta Very Awales.
Dikatakannya pula, SK Panitia pelaksana sedang dirampungkan dan segera ditandatangani dalam waktu dekat.
“Panitia yang dibentuk melibatkan seluruh unsur termasuk umat dan gereja, sementara ASN terlibat dalam Forum CSR,” pungkasnya.
Jurnalis: Faidin






