ENEWS, JAKARTA ••》Perkembangan Artificial Intelligence (AI) terus melaju pesat sejak pertama kali diperkenalkan sebagai konsep pada pertengahan abad ke-20. Dari sekadar riset akademik, AI kini telah menjadi tulang punggung berbagai sektor global, mulai dari industri, kesehatan, pendidikan, hingga layanan publik.
Dalam dua dekade terakhir, lonjakan kemampuan komputasi dan ketersediaan data besar (big data) mendorong AI berkembang jauh lebih cepat.
Teknologi seperti machine learning, natural language processing, hingga generative AI kini digunakan secara luas untuk otomatisasi pekerjaan, analisis data, hingga pembuatan konten.
Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan sejumlah negara Eropa tercatat menjadi pionir dalam adopsi AI.
Mereka tidak hanya memanfaatkan AI untuk efisiensi industri, tetapi juga mengintegrasikannya dalam kebijakan strategis nasional, termasuk pertahanan, ekonomi digital, dan transformasi layanan publik.
Di sektor industri, AI telah digunakan untuk meningkatkan produktivitas melalui otomatisasi proses produksi dan pengambilan keputusan berbasis data.
Di bidang kesehatan, AI membantu diagnosa penyakit lebih cepat dan akurat. Sementara di sektor pendidikan, AI mulai dimanfaatkan untuk pembelajaran adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Namun, di tengah pesatnya perkembangan global, tingkat pemanfaatan AI di Indonesia masih tergolong rendah.
Hal ini menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa kesiapan tenaga kerja menjadi faktor kunci dalam menghadapi era AI.
Menurutnya, tantangan saat ini tidak hanya soal perlindungan kerja, tetapi juga peningkatan kompetensi agar pekerja tetap relevan di tengah disrupsi teknologi.
“Perkembangan AI tidak bisa dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyiapkan SDM agar mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi tersebut,” ujarnya melalui siaran persnya, Selasa (14/4/2026).
Seiring dengan itu, peran serikat pekerja dinilai perlu berkembang. Tidak hanya fokus pada isu hubungan industrial, tetapi juga aktif dalam peningkatan kapasitas dan keterampilan pekerja agar mampu bersaing di era digital.
Dengan tren global yang terus bergerak cepat, pemanfaatan AI diperkirakan akan semakin meluas di berbagai sektor.
Indonesia pun dituntut untuk mempercepat adopsi teknologi ini, agar tidak tertinggal dalam persaingan global yang semakin kompetitif. (Abdul Gafur **)






