ENEWSINDONESIA.COM, BONE ▪︎ Menjelang masa tenang Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Cafe Demokrasi Ngobrol Pemilu (ngopi) bersama para jurnalis, anggota PPK, dan sejumlah mahasiswa di Bone. Kegiatan tersebut bertempat di Cafe Teras, Jalan Jendral Sudirman kota Watampone, Jumat malam (9/2/2024).
Hadir sebagai pembicara dalam kegitan Ngopi tersebut, anggota Bawaslu Bone, Nuralim, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bone Abdul Asis, Kordinator Divisi Hukum dan Pengawasan Rusnedi, Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Nuryadi, dan Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Zainal.
Anggot Bawaslu Bone, Nuralim menjelaskan, selama berjalannya persiapan-persiapan hingga hari minus lima hari ini, pihaknya telah memproses benerapa kasus dugaan pelanggaran pemilu.
“Tapi sayangnya, tidak ada yang melapor langsung ke Bawaslu, tapi hanya di media sosial. Nah, di media sosial ini tetap kita pantau dan kemudian kami proses mulai dari penelusuran dan lainnya,” kata Nuralim.
Mewakili Bawaslu, Nuralim mengaku tak ada yang terlewatkan dan tak ada pembiaran. Pihaknya pun berharap masyarakat berani melaporkan dugaan-dugaan pelanggaran pemilu.
“Jangan cuma di medsos saja, datang ke kami, laporkan biar kita bisa sama-sama jalan untuk memprosesnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bone, Abdul Asis menyampaikan bahwa dalam waktu dekat KPU akan melakukan pembersihan Alat Peraga Kampanye (KPU) pada masa tenang.
“Insya Allah Ahad tanggal 11 Februari 2024 kita akan bersihkan semua APK bekerja sama dengan pihak terkait,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara, Zainal, pihaknya telah melakukan rapat bersama partai politik penyelenggara Pemilu 2024 di Bone untuk pembersihan APK.
“Jadi bukan lagi penertiban tapi pembersihan dan kami sudah rapatkan bersama parpol untuk pembersihan APK,” ujarnya.
Dikatakannya, pihaknya juga akan mensosialisasikan aplikasi Sirekap demi terwujudnya transparansi dan akuntabilitas Pemilu 2024 di Bone.
Lebih lanjut dikatakannya, kekhawatiran sejumlah pihak termasuk penyelenggara di tingkat kecamatan hingga TPS yang masuk wilayah blank spot di Kabupaten Bone terkait unggah hasil penghitungan suara melalui aplikasi Sirekap.
“Blank spot area atau wilayah yang tidak memiliki jaringan internet tidak berpengaruh terhadap penginputan hasil penghitungan ke aplikasi Sirekap. Sirekap ini sudah dibagi ada yang bisa offline dan ada yang online artinya aplikasi ini akan menyimpan di server offline yang mana nanti sudah selesai mekanisme penginputan maka dia tinggal bergeser ke tempat yang ada jaringan sudah otomatis masuk ke bank data,” jelasnya.
Ditambahkannya, aplikasi Sirekap ini memiliki 2 versi yaitu mobile dan web yang mana Sirekap Mobile itu digunakan oleh anggota KPPS, sedangkan Sirekap web digunakan oleh PPS dan KPU tingkat Kecamatan kabupaten/kota, dan provinsi.
“Tentu untuk Anggota KPPS harus memasang aplikasi Sirekap ini melalui gadget/hp dengan maksimal per TPS itu 2 orang,” imbuhnya.






