ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Munculnya aliran sesat bernama Al-Mukarrama Al-Khaerat Mukminin Segitiga Emas Sunda Nusantara di Dusun Pape, Desa Mattirowalie, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan membuta resah ummat islam. Pasalnya, aliran tersebut tidak menganjurkan pengikutnya sholat lima waktu.
Baca:
Menanggapi kemunculan aliran sesat tersebut, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, Prof. DR. KH. Muh. Amir HM, M.Ag menerangkan, kalau memang aliran tersebut bertentangan dengan syariat agama, semua rukun islam, tentu pihaknya (MUI. Red) usahakan tidak berlangsung atau berkembang.
“Misalnya ketika syahadatnya beda dengan syahadat islam sebenarnya, ada nabi sesudah Nabi besar Muhammad S. A. W, apalagi tidak perlu berpuasa hanya membayar sesuatu itu tidak syahadat dalam ajaran agama/ maka ketika itu benar-benar seperti itu itu pasti kami akan berusaha mencegahnya,” kata dia.
Amir melanjutkan, dalam ajaran agama Islam sudah dinyatakan ada puasa dan shalat dalam Al qur’an.
“Ketika ada yang melakukan sesuatu pelajaran apalagi mempengaruhi orang lain untuk tidak melakukan rukun islam salah satu diantaranya/ kewajiban kita seperti sholat maka MUI akan bertanggungjawab untuk bagaimana mengatasi penyebarannya itu,” tegasnya.
“Karena kalau tidak ada usaha maka kita akan berdosa semua,” sambungnya.
Amir mengaku MUI belum sempat menelusuri namun sudah membaca dan menganalisis serta menyampaikan kepada pihaknya.
“Kami berharap supaya aparat untuk pro aktif menelusuri itu. Ketika bertentangan dengan rukun islam dan iman yang kita yakini selama ini maka harus segera diatasi sedini mungkin,” tegasnya.
Pihak MUI, kata Amir nanti akan melakukan pembinaan kepada kelompok diduga sesat ini.
“Saya terus terang baru mendapatkan info ini dan belum didalami. Insyaallah besok kami akan mendalami bersama-sama teman dan saya mohon ada informasi yang akurat dan detail dari pihak keamanan untuk kita bersama-sama membina dan mendakwah mereka,” ujarnya.
“Kalau memang masih terus menerus begitu maka dari tindakan aparat karena telah mengganggu ketentraman dan kedamaian apalagi di bulan ramadhan ini kita tidak mau terusik dengan persoalan-persoalan seperti ini,” tutupnya. (Abdul Muhaimin)






