MPLS SMAN 19 Makassar Fokus Cegah Bullying dan Kekerasan

Ketgam: Peserta didik baru SMAN 19 Makassar mengikuti sesi edukasi pencegahan bullying, kekerasan seksual, serta perlindungan saksi dan korban pada kegiatan MPLS Ramah 2026, Selasa (14/7/2026). Foto: Balqis
Ketgam: Peserta didik baru SMAN 19 Makassar mengikuti sesi edukasi pencegahan bullying, kekerasan seksual, serta perlindungan saksi dan korban pada kegiatan MPLS Ramah 2026, Selasa (14/7/2026). Foto: Balqis

ENEWS, MAKASSAR ••》SMAN 19 Makassar memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 untuk memperkuat edukasi pencegahan perundungan (bullying), kekerasan seksual, serta perlindungan saksi dan korban bagi peserta didik baru.

Pada hari kedua MPLS, Selasa (14/7/2026), sekolah menghadirkan narasumber dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan dan Sahabat Saksi dan Korban (SSK) Sulawesi Selatan. Ratusan siswa baru mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.

Wakil Kepala SMAN 19 Makassar, Sultan Arifuddin, S.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS mengacu pada petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah selama lima hari, ditambah pra-MPLS.

“Kami mengusung tema MPLS Ramah Anak. Seluruh kegiatan disusun sesuai juknis dengan penguatan pendidikan karakter dan tujuh kebiasaan anak sehat. Kami juga menghadirkan pemateri dari luar agar peserta didik mendapat wawasan lebih luas, khususnya terkait perlindungan anak,” imbuhnya.

Kepala Seksi Tindak Lanjut UPT PPA DP3A Dalduk KB Sulsel, Mariani, S.E., M.Si., menilai masa transisi dari SMP ke SMA menjadi periode yang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, peserta didik perlu memahami risiko di media sosial, termasuk praktik grooming dan kekerasan seksual berbasis digital.

“Anak-anak harus mendapatkan pengawasan yang baik. Mereka juga harus berani berbicara atau speak up jika mengalami maupun mengetahui adanya kekerasan,” kata Mariani.

Ia menambahkan, DP3A Sulsel akan melanjutkan edukasi melalui program Go To School di berbagai sekolah.

Sementara itu, Pendamping SSK Sulsel, Nunuk Songki, S.H., menyampaikan materi bertajuk “Remaja Peduli Saksi dan Korban” yang mendorong siswa berani melaporkan setiap bentuk kekerasan.

Ketua OSIS SMAN 19 Makassar, Marsha Kuinza, mengatakan MPLS tahun ini mengusung tema “Hero” dan diisi dengan pengenalan organisasi serta kegiatan ekstrakurikuler.

Komite sekolah yang juga Pendamping SSK Sulsel, Indah Amriani, mengapresiasi komitmen sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya. (Balqis Syahrani)





Tinggalkan Balasan