Momen Muswil ke- 8 Muhammadiyah dan Aisyiyah NTT

Foto: momen pembukaan Muswi Muhammadiyah dan Aisyiyah NTT. (Dok. Faidin)

ENEWSINDONESIA.COM, SIKKA – Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke- 8 dengan tajuk “Gerakan Pencerahan Semesta Menuju NTT Berkemajuan” sedangkan untuk Aisyiyah bertajuk lain, yakni, “Aisyiyah Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Bumi Flobamorata”.

Muswil tersebut digelar di Aula Universitas Flores (Uniflor) Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur berlangsung tiga hari mulai Jum’at (17/3) hingga hari ini Ahad (19/3/2023).



Muswil tersebut dihadiri kurang lebih 2.000 orang termasuk diantaranya dari para Peserta Penggembira yang hampir setiap acara Muswil selalu meramaikan suasana Muswil dan dari perwakilan kepengurusan Muhammadiyah dari masing-masing Kabupaten/ Kota se- NTT.

Bupati Ende, Djafar H. Ahmad dalam sambutannya menyampaikan kontribusi dan fikiran-fikiran Muhammadiyah sangat besar memberikan gebrakan-gebrakan di bidang pendidikan di NTT.

“Terutama memikirkan anak yatim dan fakir miskin agar bisa mengenyang pendidikan,” ujar Djafar.

Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) NTT, Kamsina Kewa, dalam sambutannya mengulas makna tema Muswil ‘Aisyiyah, peran perempuan dalam mengukir peradaban bangsa, terkhusus di Nusa Tenggara Timur yang sejatinya memliki sejarah perjuangan besar bagi peradaban bangsa Indonesia.

“Perempuan berkemajuan mencerahkan Bumi Flobamorata yang dimana di abad kedua ini tentu tidak terlepas dari perjuangan atau kiprah yang telah dilakukan selama satu abad yang merupakan modal sosial sejarah dan pengalaman yang sangat penting,” katanya.

Menurut dia, Aisyiyah saat ini makin kompleks dalam kehidupan kemasyarakatan, keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan yang universal,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam sambutannya mengatakan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah NTT memiliki peran strategis dalam memajukan umat dan bangsa di NTT ini.

“Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah membawa faham islam berkemajuan, perempuan berkemajuan, terus bergerak maju menda’wahkan islam dengan berbagai strategi da’wah baik da’wah melalui gerakan sosial dengan memberdayakan, mensejahterakan dan memajukan masyarakat. Da’wah melalui berbagai amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang telah diakui eksistensinya sebagai pembawa perubahan dan kemajuan,” tandas Salmah Orbayinah.

Salmah mengajak untuk semua Kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bersama-sama bersinergi dan membahas pemasalahan-permasalahan yang sekarang marak terjadi.

“Problem-problem yang selama ini berkembang di masyarakat seperti, kekerasan dalam lingkungan keluarga, trafficking, nikah dini dan sebaya, korupsi yang semakin merajalela karena penanganan yang secara tidak benar,” sebutnya.

Dirinya menambahkan makna penting dalam musyawarah wilayah kali ini tidak dinilai sekedar kewajiban konstitusi organisasi.

“Dalam Musyawarah Wilayah kali ini mari kita bahu-membahu untuk membangun negeri ini agar menjadi lebih baik. Karena ini merupakan gambaran dinamika yang mampu merefleksi dan momentum keberlanjutan perjuangan dan Da’wah di berbagai bidang,” tutupnya.

Jurnalis: Faidin





Tinggalkan Balasan