AMBON, MALUKU •• Sekretaris PDM Kota Ambon, Abdul Karim Tawaulu yang selama ini dikenal sebagai Mubaligh di wilayah kota Ambon dan sekitarnya kini maju sebagai calon DPRD Kabupaten Maluku Tengah dapil III yang meliputi kecamatan Tehoru, Telutih dan Banda.
Menurut Abdul Karim, politik merupakan bagian dari dakwah, dasar pikiran inilah ia yakin nilai-nilai agama dan kemanusiaan dapat disampaikan melalui jalur kekuasaan.
Sosok yang karismatik dengan intelektual dan integritas teruji ini mendapatkan sambutan hangat dari partai Nasional Demokrat (NasDem) untuk bergandengan mewujudkan mimpi-mimpi rakyat menjadi kenyataan.
Saat diinterviw melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 12.59 WITA ia menjelaskan kepada Enewsindonesia.com, bahwa DPRD Maluku Tengah priode sebelumnya tentu sudah melakukan banyak hal, tpi ada beberapa hal urgen yang belum disentuh. Yakni pendidikan, ekonomi, dan sosbud.
Dari segi pendidikan, Abdul Karim menjelaskan bahwa pendidikan bukan soal infrastruktur, tapi bagaimana target pertumbuhan mutu pendidikan untuk menjawab target peningkatan sumber daya manusia Maluku Tengah, ini yang belum dilakukan. Seolah mindset pendidikan hanya infrastruktur, padahal mutu itu sangat penting.
Dari segi ekonomi, ia menilai akses ekonomi masyarakat belum terbuka luas. Padahal akses jalan sudah terhubung.
Soal sosial budaya masyarakat. Perda 01/2006 degan segala turunannya selama ini sudah tidak lagi relevan degan tatanan adat-budaya serta kearifan lokal masyarakat adat. Produk budaya lokal itu selama ini telah tersandera oleh interest kekuasaan/politik praktis. Sehingga muncul konflik di mana-mana. Itu artinya perda-perda itu sudah harus direvisi.
Agar intelektual dan integritasnya tidak dinodai dengan godaan-godaan kekuasaan bila terpilih nanti, ia selalu memohon perlindungan kepada Allah dan tetap berusaha melawan semua itu.
(Ikbal Tehuayo)






