Maskur Yusuf Dicopot Sekretaris MUI Makasssar Demi Dana Hibah?

Foto: Masykur Yusuf.

ENews, Makassar •• Suasana internal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar memanas setelah kabar pencopotan Masykur Yusuf dari jabatan Sekretaris mencuat ke publik. Keputusan ini mengejutkan berbagai pihak atas keputusan tersebut

Keputusan mendadak ini memunculkan spekulasi adanya tekanan politik atau perbedaan pandangan internal yang semakin tajam.



Sejumlah tokoh dan organisasi Islam di Makassar menyayangkan langkah tersebut, dan mendesak adanya klarifikasi terbuka dari pimpinan MUI.

“Kalau memang ada evaluasi, harusnya dilakukan secara terbuka dan adil. Ini menyangkut marwah institusi keulamaan,” ujar tokoh ormas Islam, yang enggan disebutkan namanya kepada media, Selasa (2/7/2025) .

Hingga saat ini, pihak MUI Kota Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pencopotan Masykur Yusuf dan siapa yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.

Dengan viralnya berita hingga hari ini, beredar tulisan klarifikasi dari Masykur Yusuf lewat media sosial WhatsApp,

“Saya ucapkan selamat kepada media yang membuat berita menyesatkan tentang pencopotan saya sebagai Sekretaris Umum MUI Kota Makassar, ditambah lagi dengan narasi memanas dan ada apa terjadi di MUI?

Yang benar adalah, ketika saya berbincang-bincang bertiga bersama Ketua Umum MUI Kota Makassar dan Bendahara Umum tentang masa depan MUI Kota Makassar khususnya pemberian dana hibah Pemerintah Kota Makassar.

Ada kekhawatiran Ketua Umum MUI Makassar Syekh AG Baharuddin dan Bendahara Umum M. Yunus kalau masih saya Sekretaris Umum MUI Kota Makassar.

Karena menurut Bendahara Umum Walikota Makassar kurang sreg kepada saya. jadi saya merasa mungkin ada benarnya, karena dampak Pilkada Kota Makassar, kebetulan saya tidak mendukung beliau. Pak APPI dan IBU ALIAH ( MULIA) pada saat pilkot yang lalu.

Saya orang yang tidak juga gila jabatan organisasi, tapi beberapa ormas islam kadang saya dipilih sebagai, ketua, sekretaris atau bendahara, kalau bukan ketua, sekretaris atau bendahara, Misalnya: Ketua IPIM Sulsel, Ketua KDK MUI Sulsel, Ketua AMHI Sulsel, Ketua DPD KKDB Kota Makassar, Sekretaris IPHI Kota Makassar, termasuk Sekum MUI Kota Makassar masuk periode ke-3.

Dari penjelasan Bendahara tersebut, akhirnya juga Ketua Umum (MUI) khawatir, jangan sampai kejadian itu betul terjadi, karena info dari bendahara, proposal dana hibah rencana Muktamar IPIM di Makassar sudah dibatalkan, karena katanya saya ketuanya, sebenarnya info ini saya belum yakin.

Dari beberapa informasi Bendahara, akhirnya Ketua Umum minta tanggapan saya, awalnya saya minta biar saya fikir-fikir dulu karena khawatir gaduh.

Tapi akhirnya saat itu juga, saya merenung dan merenung akhirnya saya setuju, kepengurusan MUI Kota Makassar diadakan reposisi pengurus, Kakanda KH. Syahrir Langko yang ganti saya sebagai Sekretaris Umum, dan saya sendiri menjadi Wakil Ketua I.

Sekali lagi buka terjadi pencopotan dan juga tidak ada hal yang memanas, hanya semata-mata kepentingan MUI Makasssar, kepentingan umat lebih luas, saya legowo untuk reposisi kepengurusan MUI Kota Makassar.”

Sebelumnya diberitakan, suasana internal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memanas setelah kabar pencopotan KH Masykur Yusuf dari jabatan Sekretaris mencuat ke publik.

Keputusan mendadak ini memunculkan spekulasi adanya tekanan politik atau perbedaan pandangan internal yang semakin tajam sehingga mengejutkan berbagai pihak atas keputusan tersebut.

Sejumlah tokoh dan organisasi Islam di Makassar menyayangkan langkah tersebut, dan mendesak adanya klarifikasi terbuka dari pimpinan MUI.

“Kalau memang ada evaluasi, harusnya dilakukan secara terbuka dan adil. Ini menyangkut marwah institusi keulamaan,” ujar salah seorang tokoh ormas Islam, yang enggan disebutkan namanya kepada ENews Indonesia, Sabtu (28/6/2025).

Hingga saat ini, pihak MUI Kota Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pencopotan Masykur Yusuf dan siapa yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.

(Hasbi Waluyo)





Editor: Abdul Muhaimin

Tinggalkan Balasan