ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menggelar kunjungan kerja di Pulau Morotai Maluku Utara. Kunker tersebut disambut dengan aksi unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Samurai Distrik Unipas, Jum’at (25/11/2022).
Dalam pantauan Enewsindonesia.com terlihat pendemo memadati sebagian badan jalan seraya menyampaikan aspirasinya sambil menanti kedatangan Manparekraf.
Salah satu orator memaparkan bahwa saat ini banyak kegagalan Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai dalam menjalankan tugas dan tangung jawab di sektor pariwisata.
Menurut mereka, banyaknya kebijakan yang tidak dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Morotai.
Para pengunjuk rasa juga terlihat membawa spanduk yang bertulis, “pak menteri masyarakat Morotai membutuhkan pemberdayaan parawisata dan bukan hanya pembangunan.”
Baca juga: https://enewsindonesia.com/viral-oknum-anggota-tni-lowatimena-morotai-aniaya-mahasiswa-unipas/
Tak berselang lama masa pun dibubar paksa oleh aparat kepolisian Polres Morotai sehingga menimbulkan gesakan antara massa dengan personel kepolisian.
Aksi massa pun memanas dan terjadi aksi saling dorong lantaran massa aksi tak mau bubar dari kegiatan unjuk rasa. Alat pengeras suara massa itu pun diambil paksa polisi.
Massapun akhirnya membubarkan diri dan tak sempat menemui Manparekraf.
Koordinator Aksi Subhan Buton mengatakan, tujuan pihaknya bertemu Manparekraf yakni hanya untuk menyampaikan keluhan masyarakat soal lapangan kerja.
“Pemda tidak memberikan pemberdayaan pada masyarakat membuka lapangan pekerjaan seperti keluhan masyarakat, sehingga hal ini bisa berdampak hilangnya kesejahteraan,” sebutnya.
Adapun sejumlah tuntutan yang dibawa massa aksi:
– Samurai mendesak Pj Bupati copot Kadis Pariwisata.
– Pemda hadirkan Industri lokal (Komoditi).
– Copot Kadis Perikanan.
– Aktifkan BumDes di Morotai.
– Hadirkan pendidikan Pariwisata untuk masyarakat Morotai.
Jurnalis: Ranto DB






